PemerintahanSumbawa

Pengamanan Cagar Budaya Sumbawa Diperkuat, APAR hingga CCTV Mulai Disiapkan

Sumbawa Besar (NTBSatu) – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sumbawa memperkuat pengamanan cagar budaya menghadapi potensi kebakaran pada musim kemarau.

Langkah tersebut dilakukan dengan menyiapkan sejumlah perangkat pengamanan. Pemerintah memasang Alat Pemadam Api Ringan (APAR) dan CCTV pada sejumlah bangunan cagar budaya.

Kabid Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sumbawa, Sutan Syahril, S.Sos., mengatakan pemerintah memprioritaskan pengamanan pada cagar budaya yang berstatus bangunan.

IKLAN

“Memang penyediaan alat-alat tersebut belum semuanya kepada cagar budaya yang sudah ditetapkan. Tetapi kami berusaha terutama memprioritaskan kepada cagar budaya yang statusnya bangunan,” kata Sutan Syahril kepada NTBSatu, Selasa 1 September 2026.

Menurut Sutan, pemerintah menjalankan pelindungan cagar budaya berdasarkan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya. Pemerintah wajib memberikan pelindungan, pengembangan, pemanfaatan, dan pembinaan setelah menetapkan sebuah objek sebagai cagar budaya.

Namun, proses penetapan membutuhkan sejumlah tahapan. Pemerintah terlebih dahulu mengumpulkan data objek yang masyarakat laporkan sebagai cagar budaya.

IKLAN

Selanjutnya, tim melakukan verifikasi dan validasi ke lokasi. Tim juga menilai usia, nilai sejarah, serta aspek lain yang menjadi persyaratan cagar budaya.

Setelah itu, tim ahli melakukan kajian sebelum pemerintah mendaftarkan objek tersebut. Tim kemudian menyusun rekomendasi kepada bupati untuk menetapkan objek tersebut sebagai cagar budaya.

Karena itu, Sutan mengatakan pemerintah belum dapat menyamaratakan perangkat pengamanan pada seluruh objek. Pemerintah masih memprioritaskan cagar budaya yang telah berstatus resmi.

Juru Pelihara Waspadai Ancaman Kebakaran

Selain memasang perangkat pengamanan, pemerintah juga mengandalkan juru pelihara untuk menjaga kondisi cagar budaya.

Pemerintah rutin mengingatkan juru pelihara agar meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau. Petugas juga meminta mereka mengawasi aktivitas pengunjung.

Sutan mengingatkan pengunjung yang membawa rokok agar tidak membuang puntung sembarangan. Langkah tersebut penting untuk mencegah sumber api muncul di sekitar situs.

“Karena musim kemarau, para pengunjung yang mungkin membawa rokok dan segala macam itu perlu diwaspadai,” ujarnya.

Saat ini, pemerintah telah menempatkan APAR pada sejumlah lokasi. Di Istana Dalam Loka, misalnya, pemerintah sudah menyiapkan APAR.

Sementara itu, Bala Kuning juga memiliki perangkat pengamanan pada gedung kontroler. Pemerintah memasang APAR dan CCTV pada lokasi tersebut.

Dengan demikian, pemerintah terus memperluas langkah pelindungan sesuai kemampuan dan tingkat prioritas. Pemerintah juga mengajak masyarakat ikut menjaga cagar budaya dari ancaman kebakaran maupun kerusakan lainnya. (*)

Artikel Terkait