Mengenal Gus Kikin, Cicit KH Hasyim Asy’ari yang Pimpin PBNU
Jakarta (NTBSatu) – KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin terpilih sebagai Ketua Umum PBNU masa khidmah 2026-2031.
Pemilihan berlangsung dalam Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Senin, 31 Agustus 2026.
Gus Kikin terpilih melalui mekanisme Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA). Sebelumnya, Rais Aam terpilih memberikan restu tertulis kepada Gus Kikin.
Gus Kikin juga meraih suara tertinggi dari muktamirin dengan 472 suara. Ia mengungguli empat kandidat lain dalam Sidang Pleno V Muktamar ke-35 NU.
Mengutip tayangan YouTube NU, Anggota AHWA KH Anwar Iskandar mengumumkan keputusan tersebut bersama sejumlah kiai sepuh anggota majelis.
“Setelah melakukan musyawarah terhadap lima calon. Aggota AHWA secara mufakat memilih KH Abdul Hakim, atau sehari-hari disebut Gus Kikin, menjadi Ketum PBNU masa khidmah 2026-2031,” kata Kiai Anwar.
Profil Gus Kikin
Gus Kikin lahir 17 Agustus 1958. Ia merupakan cicit ulama pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari. Ia adalah Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang. Meneruskan kepemimpinan pamannya, KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah, yang wafat pada 2020.
Dalam struktur organisasi NU, Gus Kikin sebelumnya menjabat Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur periode 2024-2029. Ia juga pernah menjadi salah satu ketua di PBNU.
Sebelum Muktamar ke-35 NU, Gus Kikin menerima mandat pencalonan sebagai Ketua Umum PBNU dari PWNU Jawa Timur pada Juli 2026. Ia merupakan sepupu jauh KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.
Dalam pencalonannya, Gus Kikin membawa beberapa gagasan utama. Di antaranya penguatan Qanun Asasi NU sebagai pedoman dasar organisasi. Ia juga mendorong penguatan adab dan sanad keilmuan serta pengembangan potensi ekonomi warga NU. (*)




