Sumbawa Barat

33 Kasus Kebakaran Melanda KSB, Taliwang Catat Kejadian Terbanyak

Sumbawa Barat (NTBSatu) — Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) mencatat 33 peristiwa kebakaran sepanjang tahun 2026. Angka tersebut merupakan akumulasi seluruh insiden kebakaran yang terjadi hingga pertengahan Agustus.

Kawasan Taliwang menjadi wilayah yang menyumbang angka kejadian terbanyak dibanding kecamatan lain. Luasnya cakupan wilayah membuat potensi kemunculan titik api di Taliwang relatif lebih tinggi.

Kepala Dinas Damkarmat KSB, Abdul Razak, mengonfirmasi data resmi tersebut kepada awak media. Ia menyebut petugas piket terus memantau titik rawan musibah secara intensif.

IKLAN

“Pertengahan Agustus sudah 33 kejadian kebakaran termasuk kebakaran lahan. Wilayah Taliwang yang paling mendominasi karena memang wilayahnya sangat luas,” ujar Abdul Razak kepada NTBSatu, Jumat, 28 Agustus 2026. 

Kebiasaan buruk warga mengolah sampah menjadi salah satu pemicu utama timbulnya api. Banyak warga menyalakan api untuk membakar sampah tanpa pengawasan ketat.

Kondisi tersebut memperbesar risiko penjelaran api menuju area perumahan warga sekitar. Petugas kerap menerima laporan warga saat kobaran api mulai membesar.

IKLAN

“Jadi yang buang-buang sampah sembarangan dibakar dekat pemukiman, itu yang banyak terjadi. Kadang-kadang satu hari ada 2-3 kali kejadian kebakaran sampah itu,” kata Abdul Razak.

Pola kelalaian warga membakar sampah kini menggeser penyebab utama kebakaran selain faktor gangguan kelistrikan justru yang mendominasi laporan insiden pada beberapa bulan terakhir.

Abdul Razak mengimbau seluruh lapisan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan saat memicu api. Warga wajib memastikan keheningan sisa pembakaran sampah sebelum meninggalkan lokasi.

“Yang paling penting masyarakat jangan sembarangan membakar sampah. Kalau memang harus membakar, harus diawasi dan dipastikan apinya sudah benar-benar padam,” tegas Abdul Razak.

Kesadaran warga menjadi kunci utama memutus mata rantai potensi bencana kebakaran. Pihaknya mengharapkan peran aktif masyarakat guna menjaga keamanan lingkungan pemukiman.

“Di dua bulan terakhir ini banyak laporan kebakaran lahan dekat permukiman,” pungkas Abdul Razak. (*) 

Artikel Terkait