Layanan Pengasuhan Anak LKSA Kota Bima Belum Terdiferensiasi
Kota Bima (NTBSatu) – Pengasuhan anak di Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Kota Bima dinilai belum maksimal karena terbentur pola pelayanan yang seragam. Hingga saat ini,pengelola panti asuhan masih menyamartakan perlakuan terhadap seluruh anak asuh tanpa mempertimbangkan latar belakang sosial-ekonomi maupun status keluarga mereka.
Anak yatim piatu, anak dari keluarga tidak mampu, hingga anak yg secara ekonomi lebih mampu mendapat pola pelayanan yang sama persis. Padahal, setiap anak memiliki kebutuhan spesifik yang berbeda-beda sesuai kondisi dan latar belakang kehidupannya.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial Kota Bima, Rusdhan menegaskan, pola pengasuhan seragam ini menyalahi prinsip dasar pemenuhan hak anak.
“Pelayanan pengasuhan anak semestinya memperhatikan kebutuhan individual anakl sesuai latar belakang dan kondisi mereka masing-masing. Hal ini jelas ada dalam standar nasional pengasuhan anak bagi LKSA,” ujar Rusdhan Kamis, 27 Agustus 2026.
Ia menambahkan, ketidakmampuan panti menyusun progam pengasuhan terdiferensiasi menjadi masalah mendasar yang paling banyak panti asuhan hadapi saat ini. Selain persoalan fasilitas dan pengelolaan internal. Kondisi ini membuat pemenuhan hak anak tidak berjalan secara utuh.
Perkuat Pembinaan dan Pengawasan Secara Menyeluruh
Melihat ketimpangan ini, Dinas Sosial Kota Bima harus segera mengambil langkah nyata. Pembenahan tidak hanya menyasar perbaikan fasilitas fisik, tetapi juga menyentuh akar masalah pada manajemen dan kapasitas pengelola panti.
“Dinas Sosial Kota Bima harus memperkuat fungsi pembinaan dan pengawasan secara menyeluruh. Penguatan kapasitas pengelola panti dan penyusunan standar operasional pelayanan yang lebih terukur sudah tidak bisa kita tunda lagi,” tegas Rusdhan.
Selain memperketat pengawasan, Dinas Sosial juga harus memfasilitasi pengembangan sistem klasifikasi kebutuhan anak asuh. Langkah ini penting agar bantuan dan pelayanan yang di salurkan oleh LKSA tepat sasaran.
Melalui perbaikan sistem pengasuhan dan peningkatan kapasitas pengelola, Rusdhan berharap, panti asuhan di Kota Bima tidak lagi sekedar menjadi tempat penampungan, melainkan pusat perlingdungan yang mampu memenuhi hak dan memulihkan tumbuh kembang anak secara utuh. (*)




