AdvertorialPendidikan

Unram Kirim 61 Personel, Salurkan Rp110 Juta untuk Korban Gempa NTT

Mataram (NTBSatu) – Universitas Mataram (Unram) menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat terdampak gempa bumi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Unram mengirim tenaga kesehatan, dosen, dan mahasiswa serta menyalurkan bantuan kemanusiaan untuk membantu warga menghadapi masa pemulihan pascabencana.

Sebanyak 61 personel Unram terlibat dalam misi kemanusiaan tersebut. Mereka terdiri atas tenaga kesehatan, dosen, dan mahasiswa yang menjalankan tugas pada dua wilayah, yakni Dampek, Kabupaten Manggarai Timur, serta Kampung Lehot, Kabupaten Manggarai Tengah.

IKLAN

Selain mengirim personel, Unram juga menghimpun donasi sebesar Rp110 juta. Dana tersebut berasal dari berbagai unsur kampus.

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) memberikan Rp30 juta, Rektorat Rp35 juta, bantuan obat-obatan Rp28 juta, serta Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Rp17 juta.

Bantuan tersebut mencakup kebutuhan pokok, obat-obatan, dan berbagai kebutuhan mendesak warga terdampak gempa. Unram menyalurkan bantuan secara langsung agar masyarakat dapat segera memanfaatkan dukungan tersebut.

IKLAN

Unram Bebaskan UKT 138 Mahasiswa Asal NTT

Kepedulian Unram juga menyentuh sektor pendidikan. Kampus memberikan pembebasan Uang Kuliah Tunggal (UKT) bagi 138 mahasiswa asal NTT yang terdampak bencana.

Kebijakan tersebut bertujuan menjaga keberlanjutan pendidikan mahasiswa agar kondisi bencana tidak menjadi hambatan bagi mereka untuk menyelesaikan studi.

Rektor Unram melalui Kepala LPPM Unram, Dr. Andi Chairil Ichsan, M.Si. sekaligus Koordinator Konsorsium Trilateral Indonesia Timur (KTIT) menyampaikan, keterlibatan sivitas akademika dalam respons kebencanaan menjadi wujud pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

“Universitas Mataram berkomitmen untuk terus hadir dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat yang terdampak bencana dan peran serta Unram dalam keterlibatannya di Konsorsium Trilateral Indonesia Timur. Kehadiran tenaga kesehatan, dosen, dan mahasiswa di lapangan merupakan bentuk solidaritas sekaligus pengabdian kepada masyarakat. Kami berharap bantuan yang diberikan dapat meringankan beban masyarakat dan mendukung proses pemulihan pascabencana,” ungkapnya, Selasa, 25 Agustus 2026.

Bagi mahasiswa, keterlibatan dalam kegiatan kemanusiaan juga menjadi pengalaman pembelajaran secara langsung. Mereka dapat menerapkan pengetahuan akademik sekaligus membangun empati, kepedulian, kemampuan bekerja sama, dan tanggung jawab sosial.

Unram berharap kolaborasi antara sivitas akademika, pemerintah, masyarakat, dan berbagai pihak terus menguat untuk mendukung pemulihan masyarakat terdampak gempa NTT.

Melalui pengiriman 61 personel, penyaluran bantuan Rp110 juta, serta pembebasan UKT bagi 138 mahasiswa asal NTT, Unram menegaskan semangat “Unram Hadir untuk Masyarakat” dalam membantu masyarakat menghadapi bencana. (*)

Atim Laili

Jurnalis NTBSatu

Artikel Terkait