Kebakaran Sade Berdampak ke Akomodasi, Sejumlah Booking Tamu Tak Terpenuhi
Lombok Tengah (NTBSatu) – Kebakaran yang melanda kawasan adat dan wisata Sade, Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, turut berdampak terhadap aktivitas penyedia akomodasi.
Sejumlah tamu yang sebelumnya sudah melakukan pemesanan tidak bisa menerima layanan seperti yang telah dijanjikan.
Salah satu pengelola, Amaq Epa, mengatakan kondisi pascakebakaran membuatnya belum dapat memenuhi sejumlah pemesanan tamu. Ia pun memilih menyampaikan permintaan maaf kepada wisatawan yang sudah melakukan booking.
“Saya cuma bisa bilang minta maaf, karena enggak bisa memenuhi janji karena keadaan,” kata Amaq Epa kepada NTBSatu, Selasa 25 Agustus 2026.
Amaq Epa menjelaskan, kondisi tersebut terjadi karena Kebakaran membuat aktivitas masyarakat di kawasan Sade harus menyesuaikan dengan situasi yang ada.
Ia mengatakan, tidak ada kerugian langsung akibat pembatalan booking. Namun, ia tetap merasa tidak enak karena tidak bisa memenuhi pesanan tamu yang sudah masuk sebelumnya.
“Sekali lagi saya minta maaf karena tidak bisa memenuhi janji yang sudah booking kemarin,” ujarnya.
Amaq Epa menjelaskan, kunjungan wisatawan biasanya meningkat saat akhir pekan. Kondisi itu membuat penyedia akomodasi di kawasan Sade cukup bergantung pada kedatangan wisatawan.
“Kalau untuk tamu, weekend kan dekat, biasanya penuh,” katanya.
Kebakaran yang terjadi pada Sabtu malam, 22 Agustus 2026, membuat aktivitas di kawasan adat Sade berubah. Masyarakat kini masih berfokus pada penanganan dampak kebakaran dan pemulihan kawasan.
Selain tempat tinggal warga, kebakaran juga berdampak terhadap sejumlah fasilitas dan aktivitas ekonomi masyarakat yang berkaitan dengan pariwisata. Kondisi ini berpotensi memengaruhi pelayanan kepada wisatawan dalam waktu dekat.
Amaq Epa berharap kondisi Sade segera pulih sehingga aktivitas masyarakat dan kunjungan wisatawan bisa kembali berjalan normal.
“Semoga secepatnya ada pembangunan ulang,”tutupnya. (*)




