Gunung Ranaka Longsor Setelah Gempa NTT, Begini Penjelasan Bupati Manggarai
Mataram (NTBSatu) – Sebuah rekaman video viral beredar luas di platform media sosial yang memperlihatkan material tanah longsor di kawasan Gunung Ranaka, Kabupaten Manggarai, NTT.
Bupati Manggarai Herybertus Geradus Laju Nabit membenarkan peristiwa longsor tersebut, tetapi menegaskan kejadian itu bukan berasal dari aktivitas vulkanik.
”Itu longsoran, bukan aktivitas gunung berapi,” tegasnya, mengutip Liputan6.com pada Jumat, 21 Agustus 2026.
Penjelasan Pemkab dan Kepolisian
Pemkab Manggarai bersama jajaran kepolisian langsung meluruskan kekhawatiran masyarakat. Terutama kibat narasi spekulatif dalam video viral yang memperlihatkan pengendara merekam material tanah menuruni lereng.
Bupati Herybertus memastikan tidak ada letusan maupun peningkatan aktivitas magmatis di Gunung Ranaka. Pihaknya mengimbau warga agar tidak menyamakan peristiwa pergerakan tanah di lereng dengan erupsi gunung api yang berpotensi memicu kepanikan umum.
Di sisi lain, pihak Kepolisian Resor Manggarai memberikan klarifikasi mengenai lokasi detail peristiwa. Kepala Seksi Humas Polres Manggarai, Ipda Gusti Putu Saba Nugraha, mengonfirmasi guguran tanah tersebut sebenarnya tidak terjadi di badan Gunung Ranaka.
Peristiwa longsor tersebut terjadi di area Bukit Wae Reno yang berada di wilayah perbatasan antara Kabupaten Manggarai dan Kabupaten Manggarai Timur. Letak bukit yang berada di sekitar kawasan gunung membuat warga sering keliru mengidentifikasi lokasi kejadian.
Kondisi Lapangan dan Imbauan Keamanan Bagi Warga
Hasil peninjauan aparat kepolisian menunjukkan posisi Bukit Wae Reno berada cukup jauh dari permukiman penduduk. Kondisi geografis yang terpisah dari pusat pemukiman tersebut meminimalkan risiko dampak langsung terhadap aktivitas harian warga.
Pihak kepolisian juga mengonfirmasi tidak ada korban jiwa maupun kerusakan bangunan warga akibat peristiwa material tanah yang meluncur dari tebing bukit tersebut. Area perbukitan di wilayah perbatasan antar-kabupaten memiliki karakteristik topografi yang terjal dan kondisi tanah yang rawan mengalami erosi, terutama saat dipicu cuaca ekstrem maupun guncangan gempa.
Pemerintah daerah bersama Polres Manggarai mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh isu menyesatkan di media sosial. Mereka meminta warga untuk selalu memantau dan mengacu pada rilis informasi resmi dari instansi pemerintah serta kepolisian. (*)




