Panen Bawang Putih Sembalun Tembus 2 Ton, Petani Keluhkan Harga Jual
Lombok Timur (NTBSatu) – Produksi bawang putih petani di Lombok Timur mampu mencapai 1,5 hingga 2 ton dalam sekali tanam. Namun, hasil panen tersebut belum otomatis meningkatkan pendapatan petani. Harga jual yang rendah dan tidak menentu masih menjadi persoalan.
Anggota Kelompok Tani Pusuk Pujata, Git mengatakan, biaya produksi dalam sekali tanam mencapai sekitar Rp3 juta. Sementara itu, harga bawang putih di luar program hanya berkisar Rp500 ribu hingga Rp600 ribu per kuintal.
“Kalau kita jual di luar tidak menentu. Kadang Rp600 ribu, ada yang Rp500 ribu. Kurang itu, belum bisa menguntungkan,” ujarnya, Rabu, 19 Agustus 2026.
Menurutnya, kondisi tersebut membuat petani sulit menutup biaya produksi. Apalagi, petani juga harus menyiapkan modal untuk membeli benih sebelum memulai musim tanam.
Git menyebut, kebutuhan benih untuk lahan yang dikelolanya mencapai sekitar 1 hingga 1,25 kuintal. Jika membeli secara mandiri, harga benih bisa mencapai Rp4 juta per kuintal.
Karena itu, program penyediaan benih gratis membantu petani menekan biaya produksi. Petani juga mendapat dukungan pupuk, mulsa, serta biaya pengelolaan.
“Kalau beli sendiri di pasar luar mungkin harganya Rp4 juta per kuintal. Tapi ini dikasih gratis. Pupuk, mulsa, biaya pengelolaan juga dikasih,” ujarnya.
Git berharap, program tersebut mampu menjaga keberlanjutan produksi petani. Menurutnya, keberadaan lumbung benih juga membantu karena petani dapat memanfaatkan benih yang tersimpan untuk musim tanam berikutnya.
Di sisi lain, harga dalam skema program dinilai lebih menjanjikan. Git menyebut bawang putih basah dengan kualitas tertentu dapat mencapai harga sekitar Rp1,2 juta per kuintal.
Menurut Git, kepastian harga menjadi faktor penting bagi petani. Sebab, peningkatan produksi tanpa dukungan harga yang memadai belum cukup untuk meningkatkan keuntungan petani bawang putih.
Harga Jadi Perhatian Pemerintah
Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Soeharto atau Titiek Soeharto, menyoroti harga bawang putih yang menurutnya perlu mendapat perhatian pemerintah.
Menurutnya, pemerintah perlu mengatur jaminan harga agar petani tetap mendapatkan keuntungan dari hasil panen.
Ia menyebut, kondisi saat ini menunjukkan kebutuhan bibit masih tinggi, sehingga keterbatasan bibit dapat turut mendorong kenaikan harga bawang putih.
“Sekarang bagus, malah justru kekurangan bibit, maka harganya pasti naik,” katanya. (*)




