Antusias Pelajar Tinggi, Dishub Mataram Uji Coba Trayek Bemo Sekolah ke SMPN 13
Mataram (NTBSatu) – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Mataram berencana memperluas layanan angkutan sekolah gratis menggunakan bemo kuning. Setelah melayani pelajar SMPN 7 Mataram, Dishub menyiapkan uji coba trayek baru menuju SMPN 13 Mataram, kawasan sekitar Universitas Mataram (Unram).
Kepala Dinas Perhubungan Kota Mataram, Zulkarwin mengatakan, layanan bemo sekolah berjalan lancar sejak mulai beroperasi. Antusiasme pelajar juga terus meningkat sehingga pihak dinas mempertimbangkan penambahan trayek.
“Layanan bemo sekolah ini tetap berjalan. Untuk sementara fokus di SMPN 7 Mataram, lalu pengembangannya nanti akan ada uji coba trayek baru di SMPN 13 Mataram dekat Unram,” ujar Zulkarwin, Senin, 17 Agustus 2026.
Zulkarwin menargetkan uji coba trayek baru tersebut dalam waktu dekat. Selanjutnya, dinas akan memantau jumlah pengguna serta efektivitas layanan sebelum memperluas jangkauan ke sekolah lain.
“Rencananya uji coba akan dilakukan sekitar tiga bulan sebelum akhir tahun,” jelasnya.
Saat ini, Dinas Perhubungan Mataram mengoperasikan 10 unit bemo kuning untuk mengantar dan menjemput pelajar. Setiap bemo mampu membawa hingga 12 siswa.
Dinas Perhubungan juga membuka peluang penambahan armada jika jumlah pengguna terus bertambah. Tingginya keterisian bemo pada layanan SMPN 7 menjadi salah satu dasar evaluasi untuk memperluas program.
Program tersebut tidak hanya membantu pelajar, tetapi juga memberi tambahan penghasilan bagi sopir angkutan kota yang menghadapi penurunan jumlah penumpang umum.
Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram menyiapkan anggaran sekitar Rp75 juta dari APBD untuk membayar jasa sopir hingga akhir tahun. Setiap bemo memperoleh jasa Rp1,5 juta per bulan, sehingga 10 armada membutuhkan sekitar Rp15 juta setiap bulan.
“Satu bemo kami bayar jasanya Rp1,5 juta per bulan, jadi Rp15 juta per bulan untuk 10 unit. Para sopir ini tidak perlu seharian menunggu penumpang, sistemnya mereka hanya menjemput dan mengantar, lalu jasanya diselesaikan oleh pemerintah,” terang Zulkarwin.
Bantu Tekan Risiko Kecelakaan
Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram, Yusuf, turut mendukung pengembangan layanan angkutan sekolah gratis tersebut. Menurutnya, program ini membantu siswa, terutama mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu.
Selain mengurangi biaya transportasi, bemo sekolah dapat membantu mengurai kepadatan lalu lintas saat jam berangkat dan pulang sekolah. Layanan tersebut juga berpotensi mengurangi risiko kecelakaan yang melibatkan pelajar.
“Layanan ini menjadi salah satu program yang sangat tepat bagi pelajar di Mataram, terutama membantu anak-anak yang kurang mampu. Selain mengurangi kemacetan, program ini berdampak langsung terhadap penurunan angka kecelakaan lalu lintas. Tentunya kami mendukung penuh,” ujar Yusuf.
Untuk memperkuat transportasi pelajar, Dinas Perhubungan Mataram juga mengusulkan pengadaan satu unit bus sekolah baru. Pemkot menyiapkan anggaran APBD sebesar Rp700 juta untuk rencana tersebut. (*)




