Kota MataramLingkungan

Tiga Tempah Dedoro Tak Cukup Atasi Sampah Warga Mapak Dasan

Mataram (NTBSatu) – Persoalan sampah masih menjadi perhatian warga Lingkungan Mapak Dasan, Kelurahan Jempong Baru, Kota Mataram.

Ketersediaan tiga unit buis beton Tempah Dedoro belum mampu memenuhi kebutuhan pembuangan sampah warga yang tersebar pada enam RT.

Pihak kelurahan bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram telah menyediakan fasilitas tersebut sebagai salah satu upaya mengatasi persoalan sampah. Namun, penempatan tiga unit Tempah Dedoro belum menjangkau seluruh wilayah Mapak Dasan.

IKLAN

Dua unit Tempah Dedoro berada pada area lapangan, sedangkan satu unit lainnya berada pada RT 3. Kondisi tersebut membuat sebagian warga harus mencari lokasi lain untuk membuang sampah rumah tangga.

Kepala Lingkungan Mapak Dasan, Hj. Sahadi menilai, jarak dan persebaran fasilitas menjadi kendala bagi warga. Kondisi tersebut juga memunculkan titik pembuangan sampah liar, salah satunya pada kawasan RT 1.

“Belum mencakup, soalnya tempatnya hanya tiga di RT 6 dan RT 3,” ujarnya, Minggu, 16 Agustus 2026.

IKLAN

Warga Sulit Temukan Tempat Sampah

Kelurahan sebelumnya membagikan karung sampah kepada sejumlah rumah warga. Petugas kemudian mengangkut sampah tersebut setiap dua hingga tiga hari menuju TPA Jempong.

Namun, pola pengangkutan tersebut belum mampu mengatasi sampah yang menumpuk pada lahan kosong. Warga masih membutuhkan tempat penampungan yang mudah dijangkau dari permukiman.

Warga RT 1 Mapak Dasan, Mujahidin Jakfar mengatakan, keterbatasan tempat penampungan membuat sebagian masyarakat memilih tepi jalan sebagai lokasi membuang sampah.

“Untuk sampah di Mapak Dasan ini, penampungannya belum ada. Akhirnya masyarakat menaruh sampah di pinggir jalan,” kata Mujahidin.

Mujahidin juga mengaku baru mengetahui program Tempah Dedoro. Menurutnya, jumlah tiga unit belum sebanding dengan kebutuhan warga pada enam RT.

“Jujur, saya baru mendengar program Tempah Dedoro ini. Jumlah tiga unit sangat kurang. Kami tidak tahu lokasi dan cara menggunakannya,” lanjutnya.

Oleh karena itu, Sahadi menilai fasilitas yang tersedia belum mampu menampung sampah harian ratusan kepala keluarga.

Karena itu, ia berharap Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram menambah dan menyebarkan fasilitas pengelolaan sampah secara merata sesuai kebutuhan tiap RT.

Selain penambahan Tempah Dedoro, Sahadi mendorong pembangunan TPS yang dapat dijangkau truk pengangkut sampah. Langkah tersebut ia nilai penting agar warga memiliki lokasi pembuangan resmi sekaligus mengurangi kemunculan titik sampah liar pada kawasan permukiman. (Japriani)

Artikel Terkait