Hari Ketiga Pencarian Korban KMP Putri Yasmin Nihil
Lombok Barat (NTBSatu) – Tim SAR Gabungan belum menemukan korban KMP Putri Yasmin pada hari ketiga pencarian. Tim SAR mengerahkan satu helikopter dan dua kapal untuk memperluas area penyisiran.
Kepala Kantor SAR Mataram, Muhamad Hariyadi, mengatakan pencarian berlangsung sejak pukul 07.00 WITA. Tim pertama mengerahkan satu helikopter milik PTSPI Benoa menuju area pencarian. Helikopter tersebut menyisir wilayah seluas 100 mil laut persegi selama dua jam.
Tim menyisir perairan di sebelah selatan Pulau Bali. Namun, penyisiran tersebut belum menemukan tanda keberadaan korban maupun KMP Putri Yasmin.
“Selama kurang lebih dua jam tidak menemukan tanda-tanda korban maupun kapal,” kata Hariyadi, Jumat sore, 14 Agustus 2026.
Tim SAR mengerahkan KN SAR 220 milik Kantor SAR Mataram. Tim juga mengerahkan KMP Blongas milik TNI Angkatan Laut.
KN SAR 220 menyisir area seluas 60 mil laut ke arah barat daya. Sementara KMP Blongas menyisir area seluas 48 mil laut di sekitar lokasi kejadian.
Kedua kapal kembali ke Pelabuhan Lembar sekitar pukul 16.00 Wita. Namun, kedua kapal belum menemukan tanda keberadaan korban maupun kapal.
Pencarian Diperluas ke Sekotong
Tim SAR akan kembali memperluas pencarian pada hari keempat. Hariyadi mengatakan tim akan mengerahkan unsur laut untuk menyisir perairan sekitar Sekotong.
Tim juga akan melibatkan masyarakat dan nelayan di sekitar lokasi. Petugas akan meminta nelayan melaporkan jika menemukan tanda keberadaan korban.
Tim SAR juga menyebarkan informasi melalui VTS Lembar dan VTS Benoa. Langkah tersebut bertujuan memperbesar peluang menemukan korban yang terbawa arus.
“Untuk pencarian tetap akan kita lakukan selama tujuh hari,” tegas Hariyadi.
Tim SAR akan mengevaluasi operasi berdasarkan perkembangan pencarian selama tujuh hari. Jika tidak menemukan korban maupun tanda keberadaan mereka, operasi dapat dihentikan.
“Apabila korban tidak ditemukan selama tujuh hari, operasi bisa kita nyatakan selesai,” katanya.
Hariyadi menegaskan tim masih memprioritaskan penyelamatan korban. Pencarian terhadap kapal belum menjadi prioritas utama operasi. “Kami tidak mencari kapalnya dulu. Kami mencari dan menyelamatkan korban jiwa,” ujarnya. (*)




