29 OPD KSB Belum Lengkapi Data IGA
Sumbawa Barat (NTBSatu) — Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Kabupaten Sumbawa Barat mendatangi langsung Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di kompleks Kemutar Telu Center (KTC). Langkah pendampingan intensif ini untuk mengejar skor Indeks Inovasi Daerah dalam ajang Innovative Government Award (IGA) Kemendagri 2026.
Penilaian berskala nasional ini mengukur tingkat kebaruan serta efektivitas pelayanan publik di seluruh pemerintah daerah. Brida KSB bertugas memandu 31 OPD agar memenuhi 20 indikator persyaratan yang ditetapkan pemerintah pusat.
Daerah harus mengumpulkan skor minimal 65 hingga 105 untuk meraih predikat “Sangat Inovatif”. Pemenuhan target tersebut membutuhkan sedikitnya 11 hingga 17 inovasi matang dari minimal 15 OPD aktif.
Progres penginputan data pada sistem aplikasi Kemendagri per Rabu, 12 Agustus 2026, baru mencatat 2 inovasi yang terinput sempurna. Sebanyak 29 OPD lainnya masih melengkapi dokumen pendukung agar nilai kematangan inovasi melampaui angka 70.
Kepala Bidang Inovasi dan Teknologi Brida KSB, Indra Jaya membenarkan pengerahan tim teknis ke kantor-kantor dinas. Langkah percepatan ini menyasar OPD yang tercatat masih pasif dalam memenuhi berkas kelengkapan.
“Kami berkejaran dengan waktu karena batas akhir penginputan tinggal 9 hari lagi, yaitu pada 21 Agustus,” ujar Indra Jaya, Kamis, 13 Agustus 2026.
Keterlambatan pengunggahan dokumen berisiko menurunkan peringkat Sumbawa Barat menjadi daerah “Kurang Inovatif”. Posisi KSB selama lima tahun terakhir masih tertahan di kategori “Inovatif”.
Brida menurunkan tim pendamping untuk mendampingi operator serta inovator di tiap dinas. Pendampingan difokuskan pada pengunggahan bukti fisik pendukung 20 indikator utama.
Capaian predikat “Sangat Inovatif” berpotensi membawa alokasi Dana Insentif Daerah (DID) dari pemerintah pusat. Tambahan anggaran tersebut dialokasikan untuk menunjang program pembangunan daerah.
Dukungan dari jajaran pimpinan daerah dan kepala OPD menjadi kunci penentu penyelesaian data sebelum aplikasi tertutup. Pihaknya optimistis seluruh indikator penilaian dapat terpenuhi secara valid sebelum tenggat waktu berakhir. (*)




