PemerintahanSumbawa Barat

KDMP Depan Kuburan Disorot, Pemdes Sermong Buka Suara

Sumbawa Barat (NTBSatu) – Bangunan gedung Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Desa Sermong, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat mendadak memicu perbincangan hangat publik. Pasalnya, bangunan pusat kegiatan ekonomi warga tersebut berdiri tepat di seberang pemakaman umum.

Sebagian warganet di media sosial meragukan efektivitas operasional koperasi karena posisi bangunan berdekatan dengan kuburan. Publik menganggap lokasi tersebut kurang strategis dan sepi dari aktivitas transaksi masyarakat sehari-hari.

Kepala Desa Sermong, Rosidi, S.Sos., membantah tegas seluruh persepsi miring publik mengenai pemilihan lokasi bangunan tersebut. Pihak desa menegaskan penentuan lokasi berdasarkan pertimbangan yang matang.

IKLAN

“Lokasi ini merupakan satu-satunya titik tanah yang tidak pernah tergenang banjir,” ujar Rosidi kepada NTBSatu, Selasa, 11 Agustus 2026. 

Faktor mitigasi bencana menjadi alasan utama penentuan titik lokasi fasilitas usaha masyarakat tersebut. Saat banjir bandang menerjang wilayah Taliwang hingga dua meter, area ini terbukti aman dan tetap kering.

Kepala Bidang Koperasi Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) KSB, Ruslan Alkadri, S.AP. menjelaskan, urusan penentuan lahan fisik pembangunan KDMP berada di luar wewenang teknis dinas. Penentuan lokasi tersebut menjadi bagian dari koordinasi lintas instansi bersama pemerintah desa.

“Terkait pembangunan fisik KDMP, itu bukan di ranah dinas melainkan memanfaatkan lahan desa. Penentuan titik koordinatnya disepakati langsung oleh pihak TNI (Kodim) dan Agrinas. Kami dari dinas pada dasarnya menyetujui dan mendukung karena ini merupakan program strategis,” ujar Ruslan.

Pihak desa sejatinya sempat mengkaji opsi lahan alternatif sebelum menetapkan lokasi fasilitas koperasi. Namun, lahan alternatif tersebut memiliki bentuk memanjang ke belakang sehingga kurang ideal untuk ruang operasional.

“Ada opsi lahan lain kemarin, cuman lahannya memanjang bukan melebar,” jelas Rosidi. 

Hasil Kesepakatan Bersama

Penentuan titik bangunan ini juga merupakan hasil kesepakatan bersama antara Pemdes, masyarakat lokal, dan tim teknis TNI. Langkah kolaborasi bersama Kodim dan PT Agrinas ini bertujuan menjamin keberlanjutan fungsi ekonomi bangunan.

“TNI dan pemerintah desa tidak mungkin membangun tanpa persetujuan dari masyarakat itu sendiri,” lanjutnya.

Warga Desa Sermong, Abdul Rahman menyampaikan, ia sama sekali tidak merasa terganggu atau takut. Keberadaan gedung di tepi jalan utama justru memudahkan warga menjangkau kebutuhan pokok sehari-hari.

“Kami warga Sermong sama sekali tidak takut belanja di sini karena lokasi ini sangat dekat,” ungkap Abdul Rahman.

Pemerintah Desa Sermong optimistis gedung Koperasi Desa Merah Putih mampu menggerakkan potensi ekonomi lokal secara maksimal. Pengurus meyakini tempat ini bakal menjadi pusat pertumbuhan usaha baru bagi masyarakat setempat. (*) 

Artikel Terkait