Lombok Barat

Setahun Lebih Rusak, Jembatan Bakong Masih Jadi Akses Warga Lembar-Gerung

Lombok Barat (NTBSatu) – Jembatan Bakong yang menghubungkan wilayah Lembar dan Gerung, Lombok Barat, belum mendapat penanganan menyeluruh meski kerusakannya telah berlangsung lebih dari satu tahun.

Kondisi tersebut membuat warga tetap menggunakan jembatan sebagai akses utama untuk beraktivitas sehari-hari.

Warga menilai, kondisi Jembatan Bakong semakin membahayakan keselamatan pengguna. Kepala Dusun Kebon Ayu, Muhamad Yusuf menyebut, tingkat kerusakan jembatan mencapai sekitar 90 persen.

IKLAN

“Kalau kita lihat, kondisinya sudah hampir 90 persen tidak layak pakai,” kata Yusuf, Senin, 10 Agustus 2026.

Meski kondisi jembatan memprihatinkan, warga tetap melintas karena belum memiliki akses penghubung lain yang memadai. Jembatan Bakong menjadi jalur penting bagi warga Desa Kebon Ayu dan Desa Lembar.

“Kalau lewat jalur alternatif, terlalu jauh. Jadi warga tetap memaksa menggunakan jembatan ini,” ujarnya.

Yusuf mengatakan, kerusakan Jembatan Bakong mulai terjadi lebih dari satu tahun lalu. Banjir pada awal 2025 menjadi pemicu utama kerusakan. Saat itu, derasnya arus air menghantam fondasi bagian tengah hingga membuat struktur jembatan oleng.

“Ketika air datang, fondasi bagian tengah tidak kuat menahan,” katanya.

Kondisi tersebut membuat warga semakin khawatir menghadapi musim penghujan. Peningkatan debit air berpotensi memperparah kerusakan pada struktur jembatan.

Pemerintah Pernah Tinjau Jembatan Bakong 

Pemerintah sebenarnya telah melakukan sejumlah langkah awal untuk mengetahui kondisi Jembatan Bakong. Sekitar dua bulan lalu, tim teknis melakukan pengeboran untuk mengetahui kondisi tanah sekitar jembatan.

Menteri PUPR juga pernah meninjau langsung Jembatan Bakong sekitar satu tahun lalu. Saat itu, menteri datang bersama pemerintah daerah dan kepala desa setempat untuk melihat kondisi jembatan.

Pemerintah bahkan sempat memperkirakan proses perbaikan berlangsung pada akhir tahun lalu. Namun, hingga kini rencana tersebut belum terealisasi.

Karena itu, warga berharap pemerintah segera melanjutkan proses pembangunan dan memperbaiki Jembatan Bakong sebelum kerusakan semakin parah.

“Kami berharap tahun depan bisa diperbaiki,” ujarnya.

Jadi Tumpuan Ekonomi dan Pendidikan

Jembatan Bakong tidak hanya menghubungkan wilayah Lembar dan Gerung. Warga memanfaatkan akses tersebut untuk berdagang, bekerja, bersekolah, hingga memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Yusuf mengatakan ratusan warga menggunakan jalur tersebut untuk berbagai aktivitas. “Ini akses vital. Warga dari Lembar dan Kebon Ayu jual-beli lewat sini,” katanya.

Jalur Jembatan Bakong juga pernah menjadi akses angkutan menuju kawasan PLTU. Namun, kerusakan jembatan kini membuat kendaraan roda empat tidak leluasa melintas. Kondisi itu memaksa masyarakat menggunakan jalur alternatif dengan jarak tempuh lebih jauh.

Kerusakan Jembatan Bakong juga berdampak pada akses pendidikan. Yusuf menyebut sebagian orang tua khawatir melepas anak mereka bersekolah melalui jembatan tersebut.

“Orang tua takut jembatannya roboh,” ujarnya.

Kekhawatiran itu turut memengaruhi jumlah peserta didik SMP Negeri 3 Gerung. Menurut Yusuf, sebagian orang tua memilih jalur alternatif untuk menghindari risiko saat anak mereka berangkat sekolah.

Namun, jarak tempuh yang lebih jauh membuat akses pendidikan semakin sulit. Kondisi tersebut turut memengaruhi jumlah murid pada sekolah tersebut.

“Karena aksesnya terlalu jauh, murid sekarang berkurang,” katanya.

Yusuf meminta pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki Jembatan Bakong. Ia berharap pemerintah tidak terus menunda pembangunan agar warga tidak menghadapi risiko yang lebih besar.

“Harapan kami sebagai warga, segera lah diperbaiki. Jangan sampai nanti terjadi apa-apa,” tandasnya. (*)

Artikel Terkait