Kota MataramPemerintahan

DLH Kota Mataram Soroti Potensi Masalah Sampah dan Limbah Program MBG

Mataram (NTBSatu) – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram menyoroti potensi timbulnya persoalan sampah dan limbah dari operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Hal ini menyusul minimnya data dan pemetaan awal terkait keberadaan serta dokumen lingkungan dari unit-unit penyedia layanan tersebut.

Kepala Bidang Tata Lingkungan DLH Kota Mataram, Salikin mengungkapkan, hingga saat ini pihaknya belum memegang data pasti mengenai jumlah SPPG yang aktif beroperasi di Kota Mataram maupun keselarasan dokumen lingkungannya.

IKLAN

“Jumlahnya saja kita tidak tahu. Yang datang di kemudian hari adalah masalahnya, ketika ada mulai limbah tidak terurus, kemudian sampahnya di sana-sini, itu jadi pengaduan bagi kami,” ujar Salikin, Senin, 10 Agustus 2026.

Berdasarkan data dari DLH Kota Mataram, satu dapur SPPG menghasilkan 100 hingga 300 kilogram limbah padat per hari.

Sementara limbah cair (Greywater), estimasinya mencapai sekitar 3 meter kubik (3.000 Liter) per hari untuk kapasitas operasional standar 3.000 porsi.

Untuk limbah minyak, dengan kandungan lemak dari sisa aktivitas memasak mencapai hingga 15 kilogram per hari.

Menurut Salikin, penerbitan izin usaha atau dokumen lingkungan yang terbit secara otomatis tanpa koordinasi teknis di awal. Hal tersebut membuat DLH kesulitan melakukan pembinaan sejak dini.

Padahal, operasional dapur umum atau penyedia makanan skala besar memerlukan pengelolaan limbah cair dan padat yang terencana.

“Seandainya dari awal ada konfirmasi ke DLH, lalu ada draf rancangan SPPL-nya, kita bisa arahkan. Usaha seperti ini cocoknya menggunakan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) jenis apa, dan pengolahan sampahnya bagaimana,” jelasnya. (*)

Artikel Terkait