WNA Afrika Selatan Ditemukan Meninggal di Rumah Sewaan Kuta Mandalika
Lombok Tengah (NTBSatu) — Seorang Warga Negara Asing (WNA) asal Afrika Selatan inisial PG ditemukan meninggal dunia di rumah yang ia sewa di kawasan Kuta Mandalika, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah. Penemuan mayat korban pada Sabtu, 8 Agustus 2026 sekitar pukul 15.00 Wita.
Kapolsek Kawasan Mandalika, AKP I Ketut Artana mengatakan, warga pertama kali mengetahui keberadaan korban setelah mencium bau tidak sedap dari sekitar rumah.
“Pertama penemuan itu adanya bau tidak sedap yang tercium oleh warga yang ada di sekitarnya,” kata Artana kepada NTBSatu, Minggu 9 Agustus 2026.
Artana menjelaskan, warga bernama Jono kemudian mengecek rumah tersebut untuk memastikan sumber bau. Saat masuk ke dalam rumah, Jono menemukan korban sudah meninggal dunia.
“Warga atas nama Jono masuk ke rumah almarhum. Ia memastikan bahwa ada orang yang meninggal dunia,” ujarnya.
Jono kemudian melaporkan temuan tersebut kepada pihak kepolisian. Polisi bersama masyarakat dan tim identifikasi Polres selanjutnya melakukan evakuasi terhadap jenazah.
“Kemudian melaporkan hal tersebut ke pihak kepolisian. Selanjutnya pihak kepolisian bersama dengan masyarakat, dan kami juga menelepon orang identifikasi Polres untuk melakukan evakuasi terhadap jenazah almarhum,” jelas Artana.
Polisi kemudian membawa jenazah ke Rumah Sakit Provinsi. Jenazah untuk sementara berada di rumah sakit sembari menunggu kedatangan keluarga korban.
“Kemudian kami bawa ke Rumah Sakit Provinsi. untuk menunggu kedatangan keluarganya yaitu minggu depan,” katanya.
Tinggal di Indonesia Sudah 11 Tahun
Artana menyebut, korban merupakan laki-laki kelahiran 1976. Berdasarkan keterangan warga, korban telah tinggal di Indonesia selama hampir 11 tahun.
Selama berada di kawasan tersebut, informasinya korban tinggal sendiri di rumah di rumah sewaannya tersebut.
“Yang selama ini kami ketahui bahwa yang bersangkutan adalah tinggal sendiri di tempat tersebut,” ungkapnya.
Artana menegaskan polisi belum dapat memastikan penyebab kematian maupun ada tidaknya tanda kekerasan pada tubuh korban.
Ia menjelaskan, polisi masih menunggu hasil pemeriksaan medis untuk memastikan kondisi korban.
“Polisi sudah melakukan evakuasi, kemudian memohon visum luar terhadap jenazah almarhum,” ujarnya.
Artana mengatakan, polisi belum dapat memastikan ada atau tidaknya tanda kekerasan maupun dugaan tindak pidana dalam kasus tersebut.
“Belum kami pastikan, kami lakukan visum dulu, supaya tidak menimbulkan opini yang tidak-tidak,” tegasnya.
Polisi juga menemukan sejumlah obat di dalam rumah korban. Salah satunya obat Panadol di atas meja.
Namun, Artana mengatakan temuan tersebut belum bisa dikaitkan dengan penyebab kematian korban.
“Kami belum bisa menyimpulkan hal itu,” katanya.
Polisi masih menunggu hasil visum dari rumah sakit. Pihak keluarga korban juga rencananya datang ke Indonesia pada pekan depan.(*)




