Ekonomi BisnisLombok Tengah

Antrean BBM Mengular, Pengendara Motor di Praya Pilih Beli Eceran Meski Lebih Mahal

Lombok Tengah (NTBSatu) – Antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU di Praya, Lombok Tengah membuat sebagian pengendara memilih membeli Bahan Bakar Minyak (BBM) di pedagang eceran meski harus membayar dengan harga lebih mahal.

Salah satu pengendara motor, Rizki, mengaku lebih memilih membeli BBM eceran karena tidak sanggup menghabiskan waktu berjam-jam untuk mengantre di SPBU.

“Lebih memilih di eceran. Antriannya cukup panjang, bisa sampai berjam-jam,” kata Rizki kepada NTBSatu, Minggu 9 Agustus 2026.

IKLAN

Menurutnya, antrean kendaraan roda dua saja bisa mencapai sekitar 20 hingga 30 motor. Sementara antrean mobil dapat berlangsung dari siang hingga sore hari.

Kondisi tersebut membuat Rizki mempertimbangkan waktu dibandingkan selisih harga BBM. Ia mengaku tidak keberatan membayar lebih mahal selama tidak perlu menunggu terlalu lama.

“Iya, asalkan enggak menunggu lama. Kalau nunggu lama, mungkin ada kegiatan lain, segala macam. Itu jadinya terhambat. Maka kita milih yang mahal tapi cepat,” ujarnya.

Harga BBM Eceran Lebih Mahal

Rizki menyebut, harga Pertalite eceran yang ia temui berkisar Rp13 ribu hingga Rp14 ribu per botol. Sementara Pertamax bisa mencapai Rp20 ribu per botol.

“Yang di eceran itu satu botol harganya Rp13.000 sampai Rp14.000 untuk Pertalite. Terus yang Pertamax bisa sampai Rp20.000 yang satu botol,” jelasnya.

Meski mengakui perbedaannya cukup jauh dibandingkan harga di SPBU, Rizki tetap memilih opsi tersebut untuk sementara waktu.

Biasanya, Rizki mengaku lebih sering mengisi BBM di SPBU karena harganya lebih terjangkau. Namun, antrean panjang membuatnya beralih membeli di pedagang eceran.

“Biasanya sih di SPBU, karena harganya lebih terjangkau daripada di eceran. Cuma gara-gara terlalu ramai, mending kita lebih milih yang eceran untuk saat ini,” katanya.

Rizki mengatakan, kondisi antrean panjang BBM tersebut sudah ia lihat sejak hampir satu pekan terakhir. Hingga saat ini, antrean masih terjadi.

Ia berharap kondisi pasokan BBM kembali stabil sehingga masyarakat tidak perlu menghabiskan waktu berjam-jam di SPBU.

“Harapannya kalau bisa distabilkan lagi seperti biasanya, biar enggak ada yang antre segala macam, yang lebih memilih untuk beli di eceran,” pungkasnya. (*)

Artikel Terkait