Reservasi Pendakian Rinjani Naik Jelang 17 Agustus, Puncaknya Terjadi Sehari Sebelum HUT RI
Lombok Timur (NTBSatu) – Jumlah reservasi pendakian Gunung Rinjani meningkat menjelang peringatan Hari Kemerdekaan. Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) mencatat lonjakan pemesanan tiket mulai 15 Agustus dan mencapai puncaknya sehari sebelum HUT RI.
Kepala Sub Bagian Tata Usaha Balai TNGR, Astekita Ardraristo mengatakan, momen libur Agustusan selalu menjadi salah satu periode dengan permintaan pendakian tertinggi. Mayoritas calon pendaki telah memesan tiket jauh sebelum hari keberangkatan melalui sistem reservasi daring.
“Kalau umum sejak sebulan sebelumnya biasa sudah full, karena memang persiapannya lebih lama,” ujarnya, Kamis, 6 Agustus 2026.
Data TNGR menunjukkan reservasi pada 11 Agustus mencapai 218 orang, terdiri dari 140 wisatawan nusantara (WNI) dan 78 wisatawan mancanegara (WNA). Jumlah tersebut turun menjadi 158 orang pada 12 Agustus, kemudian 112 orang pada 13 Agustus dan 115 orang pada 14 Agustus.
Lonjakan mulai terlihat pada 15 Agustus. Saat itu, sebanyak 392 orang memesan tiket pendakian, terdiri dari 303 WNI dan 89 WNA.
Sehari kemudian, atau 16 Agustus, jumlah reservasi melonjak menjadi 539 orang. Angka tersebut terdiri dari 417 WNI dan 122 WNA, sekaligus menjadi jumlah reservasi tertinggi selama periode 11–19 Agustus.
“Biasa memang sejak tanggal 15 sudah ramai, karena kebanyakan pendaki memilih untuk memulai pendakian di tanggal 15,” ujarnya.
Pada hari peringatan kemerdekaan, 17 Agustus, reservasi kembali turun menjadi 290 orang, terdiri dari 239 WNI dan 51 WNA. Tren penurunan berlanjut pada 18 Agustus dengan 120 pendaki, lalu 81 pendaki pada 19 Agustus.
Perketat Pengawasan Zero Waste
Meski jumlah pendaki meningkat selama Agustusan, Astekita memastikan TNGR tetap memperketat pengawasan di kawasan Gunung Rinjani. Petugas akan meningkatkan patroli sekaligus mengawasi penerapan kebijakan zero waste selama periode libur.
“Kalau dilihat dari trennya, sampah yang dibawa pendaki semakin menurun dari tahun ke tahun. Program zero waste cukup berhasil,” kata Astekita.
Menurutnya, petugas terus mengedukasi pendaki, porter, dan pemandu wisata agar membawa turun seluruh sampah yang mereka hasilkan selama berada di kawasan taman nasional.
Petugas juga rutin membersihkan jalur pendakian, Pelawangan, hingga Danau Segara Anak.
Selain menjaga kebersihan, TNGR terus meningkatkan pelayanan bagi pendaki. Balai telah memperbaiki sejumlah shelter dan beberapa ruas jalur pendakian.
Astekita menyebut, pihaknya juga menyiapkan sejumlah inovasi untuk memperkuat sistem monitoring dan pelayanan, meski belum dapat mengungkapkan detailnya.
Ia mengajak seluruh pendaki mematuhi aturan selama berada di kawasan Gunung Rinjani. Menurutnya, tingginya jumlah kunjungan harus sejalan dengan meningkatnya kesadaran untuk menjaga kelestarian kawasan konservasi. (*)




