Kota MataramPemerintahan

Warga Kota Mataram Bisa Ajukan “Paving Block” Gratis

Mataram (NTBSatu) – Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram membuka kesempatan bagi warga yang membutuhkan paving block atau bata beton untuk penataan lingkungan.

TPST Sandubaya memproduksi paving block tersebut dari sampah plastik, sementara Pemkot menyalurkannya kepada masyarakat tanpa pungutan biaya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram, Nizar Denny Cahyadi mengatakan, Pemkot memilih menyalurkan hasil produksi kepada masyarakat daripada memasarkannya.

IKLAN

Langkah tersebut bertujuan membantu penataan kawasan permukiman dan fasilitas umum. “Saya sudah instruksikan agar paving block ini jangan kita jual dulu. Ini fokus untuk masyarakat yang membutuhkan, terutama untuk merapikan dan menata lingkungan,” kata Denny, Rabu, 5 Agustus 2026.

Warga maupun pengurus lingkungan cukup mengirim surat permohonan kepada pengelola atau DLH. Setelah itu, Pemkot akan menyalurkan paving block sesuai ketersediaan stok.

“Ada bersurat saja, tergantung stok yang ada,” ujarnya.

Hasilkan Ratusan Paving Block

Saat ini, TPST Sandubaya kembali memproduksi paving block setelah tim teknis menyelesaikan perbaikan mesin pembakar.

Kerusakan mesin sempat menghentikan proses produksi selama sekitar dua bulan hingga suku cadang pengganti tiba dari Pulau Jawa.

“Suku cadang yang dipesan baru tiba sekitar tiga minggu lalu. Saat ini alat pembakarnya sudah terpasang dan proses produksi paving block sudah berjalan kembali,” jelasnya.

Setiap hari, TPST Sandubaya menghasilkan sekitar 100 hingga 200 paving block. Denny memastikan pasokan sampah plastik sangat melimpah sehingga kapasitas mesin menjadi satu-satunya kendala untuk meningkatkan produksi.

“Pasokan sampah plastik sangat cukup, bahkan berlebih. Kalau produksi kita tambah lagi, kasihan kapasitas mesinnya yang tidak memadai,” katanya.

TPST Sandubaya memiliki kapasitas mengolah sampah hingga 45 ton per hari. Pengelola memisahkan sampah tersebut menjadi sampah organik dan anorganik.

Menurut Denny, sampah plastik menyumbang sekitar 30 persen dari total volume sampah, sedangkan sampah organik mencapai sekitar 70 persen.

“Atau mungkin bisa kurang dia plastiknya itu sekitar 30 persen, organiknya yang 70 persen di situ,” jelasnya. (*)

Artikel Terkait