PemerintahanSumbawa Barat

200 Bayi dan Ibu Hamil di KSB Masuk Sasaran Bantuan Pangan Gratis

Sumbawa Barat (NTBSatu) – Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Sumbawa Barat memetakan empat wilayah kecamatan masuk status rawan pangan. Kawasan terdampak meliputi Kecamatan Taliwang, Seteluk, Jereweh, hingga Kecamatan Sekongkang.

Pemerintah daerah merespons kondisi tersebut lewat penyiapan program bantuan pangan gratis. Langkah darurat ini bertujuan mengatasi masalah kekurangan gizi pada kelompok rentan.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan KSB, Hj. Nurul Syaspri Akhdiyanti, membeberkan program bantuan siap meluncur pada Agustus ini. Pihaknya memprioritaskan intervensi pemenuhan gizi bagi anak bayi dan ibu hamil.

IKLAN

“Kami meluncurkan program pangan gratis untuk mencegah kekurangan gizi di empat kecamatan,” kata Hj. Nurul, Senin, 3 Agustus 2026.

Nurul menegaskan, pelaksanaan program daerah tidak berbenturan dengan agenda Makanan Bergizi Gratis (MBG). Sebaliknya, intervensi darurat ini mendukung upaya pemerintah memenuhi kebutuhan gizi masyarakat secara luas.

“Program kami justru membantu MBG dalam memenuhi kebutuhan gizi masyarakat,” ujar Hj. Nurul.

Dinas Ketahanan Pangan KSB mengonsep skema penyaluran bantuan secara sekali jalan atau situasional. Pola ini berbeda dari operasional program MBG yang menyajikan porsi makanan harian.

“Penyaluran bantuan berlangsung sekali saja dan tidak berjalan setiap hari seperti MBG,” tambah Hj. Nurul.

Sementara itu, pihak dinas mengantongi data pasti calon penerima manfaat bantuan pangan gratis. Sebanyak 200 warga masuk daftar sasaran penerima berdasarkan hasil pemetaan lapangan.

“Kami mengantongi data 200 penerima manfaat dari hasil koordinasi bersama Dinas Kesehatan,” tutur Hj. Nurul.

Selanjutnya, alokasi sasaran terbagi untuk 100 ibu hamil dan 100 bayi terindikasi kekurangan gizi. Penyaluran bantuan menyasar langsung kantong pemukiman warga di empat kecamatan sasaran.

Oleh karena itu, sinergi antarinstansi mempercepat penanganan ancaman kerawanan pangan di wilayah lokal. Pemerintah daerah optimistis intervensi darurat ini efektif menjaga ketahanan gizi keluarga rentan. (*)

Artikel Terkait