ITB dan UTS Latih Simulasi Evakuasi Gempa dan Tsunami di SMPN 2 Utan
Sumbawa Besar (NTBSatu) – Tim pengabdian masyarakat Institut Teknologi Bandung (ITB) bersama Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) menggelar edukasi sekaligus simulasi kesiapsiagaan gempa bumi dan tsunami. Kegiatan ini berlangsung di SMP Negeri 2 Utan pada Jumat, 31 Juli 2026.
Program tersebut bertujuan memperkuat pengetahuan serta keterampilan pelajar dalam menghadapi ancaman bencana alam melalui perpaduan materi dan praktik lapangan.
Kegiatan menghadirkan Prof. Ir. Sri Widiyantoro, M.Sc., Ph.D. dan Dr. Ir. Endra Gunawan, S.T., M.Sc. dari ITB. UTS turut mengirimkan Dedy Dharmawansyah, S.T., M.T. selaku Dekan Fakultas Teknologi, Lingkungan, dan Mineral bersama tim pengabdian masyarakat untuk mendampingi jalannya kegiatan.
Pada awal kegiatan, Prof. Sri Widiyantoro mengingatkan, wilayah NTB memiliki potensi gempa bumi dan tsunami. Karena itu, masyarakat, terutama pelajar, perlu memahami langkah mitigasi sejak usia sekolah agar mampu merespons kondisi darurat secara tepat.
“Potensi gempa di wilayah ini tetap ada. Jika terjadi tsunami, masyarakat harus segera menuju tempat yang lebih tinggi. Apabila belum tersedia lokasi evakuasi yang memadai, maka perlu dipersiapkan tempat evakuasi yang aman sebagai bagian dari upaya mitigasi,” ujarnya.
Materi Mitigasi Berlanjut ke Praktik Evakuasi
Setelah sesi pembukaan, tim ITB dan UTS memberikan penjelasan mengenai penyebab gempa bumi dan tsunami, serta potensi ancaman bencana kawasan NTB. Selain itu, tim juga menjelaskan langkah yang perlu masyarakat lakukan sebelum, saat, dan setelah bencana terjadi.
Para pemateri juga mengenalkan jalur evakuasi, titik kumpul, serta pentingnya menjaga ketenangan saat menghadapi situasi darurat.
Selanjutnya, Ketua Program Studi Teknik Pertambangan UTS, Sayidatina Hayatuzzahra, S.T., M.Eng., memandu simulasi evakuasi. Ia mengajak seluruh siswa mempraktikkan prosedur Drop, Cover, and Hold On sebagai langkah awal melindungi diri ketika gempa mengguncang.
“Saat aba-aba diberikan, segera merunduk, lindungi kepala dan leher, kemudian tetap berada pada posisi aman sampai guncangan berhenti. Jangan panik dan ikuti arahan guru,” instruksi Sayidatina Hayatuzzahra kepada para siswa saat simulasi berlangsung.
Usai mempraktikkan perlindungan diri, para siswa bergerak menuju titik kumpul melalui jalur evakuasi sesuai skenario latihan. Tim ITB dan UTS terus mendampingi setiap tahapan agar seluruh peserta memahami prosedur penyelamatan secara benar.
Pendampingan tersebut sekaligus membantu siswa membangun kebiasaan bertindak cepat, tertib, dan aman ketika menghadapi kondisi darurat.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung lancar. Para siswa menunjukkan antusiasme tinggi sejak sesi materi hingga simulasi berakhir.
Melalui pelatihan tersebut, peserta tidak hanya memperoleh wawasan mengenai mitigasi bencana, tetapi juga pengalaman langsung dalam menerapkan langkah penyelamatan saat gempa bumi maupun tsunami mengancam.
Kolaborasi ITB dan UTS juga memperkuat komitmen kedua perguruan tinggi dalam menanamkan budaya sadar bencana pada lingkungan sekolah.
Harapannya, pelajar mampu tumbuh menjadi generasi yang siap, tangguh, serta sigap menghadapi potensi gempa bumi dan tsunami pada masa mendatang. (*)




