SMKN 1 Alas Resmikan Asrama Siswa, Perkuat Akses Pendidikan bagi Daerah Terpencil
Sumbawa Besar (NTBSatu) – SMKN 1 Alas meresmikan asrama siswa, Kamis, 30 Juli 2026. Hal ini sebagai langkah nyata memperluas akses pendidikan vokasi bagi anak-anak dari wilayah terpencil, keluarga kurang mampu, hingga peserta Program ADEM Repatriasi asal Sabah, Malaysia.
Sekolah juga memperkuat kolaborasi dengan dunia usaha agar siswa memperoleh dukungan fasilitas sekaligus kesempatan memasuki dunia kerja.
Hadir dalam peresmian Asisten III Setda Provinsi NTB Hj. Eva Dewiyani, S.P. mewakili Gubernur NTB; Wakil Ketua Badan Anggaran MPR RI sekaligus Anggota Komisi IV DPR RI, H. Johan Rosihan, S.T., M.H., CPM; Perwakilan Konsorsium Pengusaha Peduli Sekolah Vokasi RI, Evelyn Widjaja dari Sinarmas dan Muliadi Hakim dari PT SOS Indonesia.
Kemudian, Staf Ahli Bupati Sumbawa Bidang Sumber Daya Aparatur dan Kemasyarakatan, Rosmin Junaidi, S.Pt., M.Si. mewakili Bupati Sumbawa. Sekretaris Dinas Dikpora NTB Bowo Susatyo, S.Sos., M.T., Kabid Pembinaan SMK dan PK-PLK Hasbi, S.Sos., M.M., Kepala Cabang Dinas Dikpora Wilayah IV Junaidi, S.Pd., M.Pd., Forkopimcam Alas, kepala sekolah, guru, komite sekolah, serta siswa ikut menyaksikan peresmian tersebut.
Saat ini, SMKN 1 Alas menempatkan 62 siswa di asrama. Pengelola menyediakan lantai pertama untuk siswa putra dan lantai kedua untuk siswa putri. Sekolah memprioritaskan fasilitas itu bagi siswa yang berasal dari keluarga kurang mampu dan tinggal jauh dari sekolah.
Jadi Pusat Pembinaan Karakter
Kepala SMKN 1 Alas, Budi Susilo, S.Pd., M.M.Inov., menjelaskan bangunan asrama sebenarnya sudah lama berdiri. Sekolah kemudian memperbaiki seluruh fasilitas sebelum membuka kembali bangunan itu untuk para siswa.
“Kami sangat bersyukur karena sekarang anak-anak sudah bisa menempati asrama ini. Kehadiran asrama sangat membantu siswa yang berasal dari daerah jauh maupun keluarga kurang mampu sehingga mereka bisa lebih fokus belajar,” ujarnya kepada NTBSatu Minggu, 2 Agustus 2026.
Menurut Budi, sekolah tidak hanya menyediakan tempat tinggal. Sekolah juga menjadikan asrama sebagai ruang pembinaan karakter yang berjalan seiring dengan pembelajaran di kelas.
“Asrama ini bukan sekadar tempat tinggal. Anak-anak belajar disiplin, hidup bersama, bertanggung jawab, dan membangun karakter. Bekal itu akan mereka bawa ketika memasuki dunia kerja,” katanya.
Ia menambahkan, sekolah menargetkan setiap lulusan memiliki tiga pilihan yang sama kuat. Lulusan dapat langsung bekerja, melanjutkan kuliah, atau membangun usaha sendiri.
SMKN 1 Alas juga menerima tiga siswa Program ADEM Repatriasi asal Sabah, Malaysia. Ketiga siswa itu kini tinggal bersama penghuni asrama lainnya sehingga mereka dapat mengikuti seluruh proses pendidikan tanpa terkendala tempat tinggal.
Dunia Usaha Perkuat Pendidikan Vokasi
Konsorsium Pengusaha Peduli Sekolah Vokasi RI terdiri dari beberapa perusahaan Sinar Mas, Indofood, Wings, Garudafood, Agung Sedayu Group, Bakti Barito, First Resources, PT Ciliandra Perkasa, iForte, dan Triputra Agro Persada. SMK negeri 1 ALAS Sebagai sekolah industri binaan pengusaha peduli sekolah vokasi RI.
Kemitraan tersebut membuka peluang magang, menyelaraskan kompetensi siswa dengan kebutuhan industri, serta memperluas peluang kerja setelah lulus.
Perwakilan Sinar Mas, Evelyn Widjaja, berharap seluruh warga sekolah menjaga fasilitas tersebut dengan baik.
“Kami berharap asrama ini tetap terawat. Kami juga berharap tempat ini menjadi lingkungan yang aman, sehat, dan nyaman sehingga mampu mendukung proses pendidikan para siswa,” ujarnya.
Sementara itu, Rosmin Junaidi menyampaikan pesan Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P. Menurutnya, peresmian asrama membawa makna lebih besar daripada sekadar menghadirkan bangunan baru.
“Hari ini kita tidak hanya meresmikan bangunan. Kita meresmikan harapan, kesempatan, dan masa depan anak-anak Sumbawa,” kata Rosmin.
Ia juga menegaskan pembangunan pendidikan memerlukan peran seluruh elemen masyarakat.
“Bantuan ini membuktikan bahwa pembangunan pendidikan bukan hanya tugas pemerintah. Kita semua memikul tanggung jawab yang sama untuk mendukung masa depan generasi muda,” lanjutnya.
Tekankan Bahasa, Sertifikasi, dan Disiplin
Asisten III Setda Provinsi NTB Hj. Eva Dewiyani, S.P. mengapresiasi dukungan para donatur yang ikut membangun pendidikan vokasi di Sumbawa.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh donatur yang telah membantu SMKN 1 Alas,” ujarnya.
Eva kemudian menitipkan tiga pesan kepada seluruh siswa. Ia meminta sekolah memperkuat penguasaan bahasa asing, meningkatkan keterampilan melalui sertifikasi, serta membangun mentalitas dan disiplin kerja.
“Ijazah saja tidak cukup. Anak-anak juga harus menguasai keterampilan, memiliki sertifikasi, serta membangun karakter dan disiplin agar mampu bersaing di dunia kerja,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan seluruh warga sekolah agar merawat asrama secara berkelanjutan.
“Membangun memang tidak mudah, tetapi merawat jauh lebih sulit. Karena itu, saya berharap seluruh warga sekolah menjaga asrama ini dengan sebaik-baiknya,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, Johan Rosihan menilai pendidikan merupakan investasi paling penting bagi masa depan bangsa.
“Pendidikan adalah warisan kita kepada anak-anak. Indonesia Emas 2045 harus menjadi milik mereka. Karena itu, kita harus menyiapkan generasi yang berkualitas mulai hari ini,” ujarnya.
Menurut Johan, dukungan konsorsium industri tidak berhenti pada pembangunan fisik semata. Ia berharap asrama mampu menjadi ruang pembentukan karakter sekaligus laboratorium kepemimpinan bagi generasi muda.
“Saya berharap seluruh bantuan ini memberi manfaat jangka panjang. Jadikan asrama ini tempat belajar, tempat tumbuh, dan laboratorium kepemimpinan bagi masa depan anak-anak Sumbawa,” pungkasnya. (*)




