Warling Dorong Ekonomi Warga
Mataram (NTBSatu) – Warga Lingkungan Marong Karang Tatah, Mataram, punya cara sendiri untuk menggerakkan ekonomi sekaligus membantu sesama. Melalui Warung Lingkungan (Warling), mereka membangun usaha kecil yang dikelola bersama dan hasilnya kembali untuk kebutuhan warga.
Inisiator program ini adalah Kepala Lingkungan, Lalu Muhammad Yakub. Ia melihat peluang dari mulai tumbuhnya aktivitas UMKM warga, seiring adanya tempat wisata di sekitar wilayah tersebut.
“Dari situ kami berpikir, kenapa tidak kita buat satu warung yang kita kelola bersama. Jadi masyarakat bisa ikut bergerak, dan hasilnya juga kembali ke masyarakat,” ujarnya, Minggu, 19 April 2026.
Warling ini hadir bukan untuk bersaing dengan pedagang yang sudah ada. Justru, produk yang dijual dipilih agar berbeda, sehingga tetap saling mendukung antar pelaku usaha di lingkungan.
Masyarakat membangun warling secara sederhana. Mengedepankan gotong royong, mulai dari menyiapkan tempat hingga mengumpulkan modal. Total dana yang terkumpul sekitar Rp7,5 juta, semuanya berasal dari swadaya masyarakat.
Yang menarik, Warling ini tidak semata soal jual beli. Hasil yang didapat digunakan untuk berbagai keperluan sosial, seperti menjenguk warga yang sakit, membantu kebutuhan saat ada warga melahirkan, hingga mendukung kegiatan gotong royong.
Bagi Yakub, keterbatasan dana lingkungan justru menjadi alasan untuk terus berinovasi. Ia menyebut, kebutuhan operasional lingkungan tidak bisa hanya mengandalkan dana yang ada.
“Karena dana lingkungan memang terbatas, kami harus cari cara lain supaya tetap bisa membantu warga. Salah satunya lewat Warling ini,” katanya.
Ia pun berharap pemerintah dan legislatif di Kota Mataram bisa terus mendukung inisiatif-inisiatif seperti ini, agar lingkungan yang ingin maju punya ruang untuk berkembang.
Kini, Warling di Marong Karang Tatah bukan hanya tempat belanja kecil, tapi juga menjadi simbol kebersamaan warga dari warga, oleh warga, dan untuk warga. (*)



