Kota Mataram

Empat Tahun Berjalan, Grup Donor Darah Kaling Marong Karang Tatah Jadi Penyelamat Warga

Mataram (NTBSatu) – Inovasi kemanusiaan dilakukan Kepala Lingkungan (Kaling) Marong Karang Tatah, Kota Mataram, dengan membentuk grup donor darah di tingkat lingkungan. Program yang telah berjalan selama empat tahun ini menjadi solusi cepat bagi warga yang membutuhkan darah dalam kondisi darurat medis.

Kaling Marong Karang Tatah, Lalu Muhammad Ya’kup menjelaskan, inisiatif tersebut lahir dari pengalaman pribadinya saat bekerja di rumah sakit. Ia kerap menyaksikan keluarga pasien kebingungan mencari pendonor darah, terutama pada situasi mendesak dan di luar jam normal pelayanan.

“Melihat kondisi warga atau orang sakit yang butuh darah dalam keadaan darurat, pengalaman itu saya adopsi. Terutama untuk penyakit-penyakit yang sifatnya emergensi,” ujarnya kepada NTBSatu, Minggu, 1 Februari 2026.

Seiring waktu, keberadaan grup donor darah ini terbukti menjadi penyelamat bagi banyak warga. Ya’kup mencatat sejumlah kasus berhasil tertangani dengan cepat, mulai dari pasien gagal ginjal yang membutuhkan transfusi rutin, penderita Demam Berdarah Dengue (DBD), hingga pasien kanker payudara (CA mamae).

“Begitu ada warga yang sakit, seperti kasus gagal ginjal atau DBD, langsung kita respon cepat,” katanya.

Menurutnya, keberhasilan program tersebut tak lepas dari sistem pendataan yang tertata rapi. Ya’kup memanfaatkan database warga untuk memetakan pendonor darah yang siap membantu secara rutin sesuai golongan darah masing-masing.

“Begitu ada warga yang membutuhkan darah, informasinya langsung kita sebarkan di grup. Warga yang sudah siap sebagai pendonor langsung kita arahkan ke rumah sakit,” jelasnya.

Kini, warga lingkungan Marong Karang Tatah sudah memiliki kesadaran rutin untuk mendonorkan darahnya ke bank darah rumah sakit, sehingga ketika ada tetangga yang membutuhkan, bantuan dapat disalurkan dengan cepat.

Ya’kup berharap, inisiatif sederhana di tingkat lingkungan ini dapat menginspirasi wilayah lain untuk membangun solidaritas dan kepedulian sosial, terutama dalam situasi darurat yang menyangkut nyawa manusia. (Salsa)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button