ADVERTORIALKota Mataram

Program Kelurahan Cantik Kota Mataram Targetkan 10 Besar Nasional

Mataram (NTBSatu) – Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram bersama Badan Pusat Statistik (BPS), terus memperkuat tata kelola data hingga ke tingkat akar rumput melalui program Kelurahan Cinta Statistik (Cantik).

Pada tahun ini, BPS menambah tiga kelurahan binaan baru di Kecamatan Ampenan, yakni Ampenan Selatan, Ampenan Tengah, dan Dayen Peken.

Penambahan ini melengkapi empat kelurahan yang sebelumnya telah lebih dulu menjadi binaan, yaitu Sayang-Sayang, Monjok Timur, Mataram Timur, dan Pejeruk.

Kepala BPS Kota Mataram, M. Reza Nugraha mengatakan, dengan total tujuh kelurahan binaan, pihaknya optimistis kualitas data statistik dari tingkat kelurahan akan semakin akurat, valid, dan mudah dimanfaatkan.

“Semakin banyak kelurahan yang kita bina, semakin kuat fondasi data yang kita miliki. Ini penting untuk mendukung perencanaan pembangunan yang tepat sasaran,” ujarnya, Rabu, 15 April 2026.

Kejar Target 10 Besar Nasional

Reza mengakui, persaingan di tingkat nasional tidak mudah. Terlebih, desa-desa memiliki dukungan anggaran yang lebih besar melalui Dana Desa. Namun demikian, pihaknya tetap optimistis kelurahan di Kota Mataram mampu bersaing.

“Kami bersama Kominfo dan Bappeda terus mengoptimalkan sumber daya yang ada. Target kita jelas, masuk 10 besar nasional dengan mengandalkan inovasi dan penerapan kaidah statistik yang baik,” tegasnya.

Penilaian nasional sendiri mencakup beberapa aspek. Di antaranya, kualitas pengelolaan data, sistem penyelenggaraan yang terstruktur, hingga inovasi dalam penyajian data di tingkat kelurahan.

Selain program Kelurahan Cantik, BPS juga mulai mempersiapkan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada Mei hingga Agustus mendatang. Untuk mendukung kegiatan ini, BPS akan merekrut sekitar 5.000 petugas di tingkat provinsi.

Dalam kesempatan yang sama, Reza turut meluruskan data ketenagakerjaan di Kota Mataram. Ia menegaskan, angka pengangguran terbuka justru mengalami penurunan.

Saat ini, tingkat pengangguran berada di angka 4,80 persen. Secara jumlah, terjadi penurunan dari sekitar 1.600 orang menjadi 1.400 orang, atau berkurang sekitar 141 orang.

Transparansi Data Lewat Portal “Pintar”

Untuk mempermudah akses data bagi masyarakat, BPS mendorong pemanfaatan portal pintar.mataramkota.go.id. Melalui platform ini, berbagai indikator statistik seperti pengangguran dan kemiskinan disajikan dalam bentuk infografis yang mudah dipahami.

“Dampaknya langsung ke masyarakat. Ketika butuh data, semuanya tersedia, konsisten, dan bisa dipertanggungjawabkan. Kami akan terus mendampingi kelurahan agar mampu menyajikan data yang berkualitas,” jelasnya.

Wali Kota Mataram, Mohan Roliskana mengatakan, data dan statistik menjadi fondasi utama dalam setiap pengambilan kebijakan pembangunan yang berbasis bukti di Kota Mataram.

“Data itu menjadi fondasi utama dalam setiap pengambilan kebijakan. Semua yang kita rumuskan, implementasikan, hingga evaluasi kebijakan harus berbasis data, angka, dan statistik yang akurat, serta bukti (evidencebased policy),” tegasnya.

Menurutnya, ketersediaan data yang valid dan berkualitas sangat menentukan arah pembangunan baik dalam aspek pemerintahan, pembangunan, maupun kemasyarakatan.

“Kehadiran program Desa/Kelurahan Cantik sangat penting untuk membangun literasi statistik serta meningkatkan peran aktif perangkat kelurahan dalam pengelolaan data. Saya berharap melalui program ini, aparatur di tingkat kelurahan dapat menjadi agen perubahan dalam penyediaan data yang berkualitas, seragam, bermakna dan berdampak,” terangnya.

Konektivitas Data Lintas Sektor

Lebih lanjut, Mohan Roliskana juga menyoroti penunjukan Kota Mataram sebagai salah satu daerah pilot project program digitalisasi bantuan sosial (bansos) berbasis kecerdasan buatan (AI) dari total 514 kabupaten/kota di Indonesia.

“Ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi kita. Kita harus memastikan implementasi bansos digital ini berjalan efektif dan tepat sasaran, dengan dukungan data yang terintegrasi,” ujarnya kembali.

Wali Kota menambahkan, ke depan diperlukan konektivitas data lintas sektor. Mulai dari data kependudukan berbasis NIK, data statistik dari BPS, hingga data kesejahteraan sosial, ekonomi, dan kesehatan dalam satu sistem yang terpadu.

Orang nomor satu di Kota Mataram tersebut menekankan pentingnya penguatan literasi digital, khususnya bagi aparatur di tingkat kelurahan. Agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan tuntutan tata kelola pemerintahan modern.

“Saya juga berharap, dengan pendampingan dari BPS, tiga kelurahan ini dapat menjadi contoh dalam pengelolaan data yang baik. Serta, mendukung suksesnya program satu data dan sensus nasional ke depan,” tambahnya. (*)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button