STKIP Taman Siswa Bima Gelar Khataman Al-Qur’an Massal Daring Maret 2026
“Kegiatan ini memang sudah menjadi penciri STKIP Taman Siswa Bima. Ini adalah tindak lanjut dari pendampingan Bimtaq ketika mahasiswa melakukan orientasi kampus,” Muh. Yusuf, M.Pd., Kepala Unit Pengembangan Beradab STKIP Taman Siswa Bima.
———————
Bima (NTBSatu) – STKIP Taman Siswa Bima menjadwalkan pelaksanaan Khataman Al-Qur’an Massal Jilid 2 secara daring, pada pertengahan Maret 2026. Kegiatan ini melibatkan seluruh sivitas akademika.
Program ini mewajibkan partisipasi seluruh dosen, pegawai. Serta, difokuskan bagi mahasiswa semester delapan sebagai syarat penguatan kompetensi spiritual sebelum kelulusan.
Langkah ini sebagai upaya institusi untuk memperkuat diferensiasi akademik, yang memadukan nilai intelektual dan keagamaan di wilayah Bima. Kegiatan ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang kampus dalam membina karakter lulusan, melalui sistem pendampingan berkelanjutan yang dimulai sejak masa orientasi mahasiswa.
Secara teknis, kegiatan akan berlangsung melalui platform pertemuan virtual untuk mengakomodasi partisipasi luas tanpa kendala logistik fisik. Fokus utama pada mahasiswa semester akhir bertujuan untuk memastikan setiap calon lulusan telah memenuhi standar literasi Al-Qur’an, yang unit pengembangan kampus tetapkan.
Kepala Unit Pengembangan Beradab STKIP Taman Siswa Bima, Muh. Yusuf, M.Pd., menyatakan, agenda ini merupakan manifestasi dari identitas institusi. Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar seremoni keagamaan. Melainkan instrumen evaluasi terhadap efektivitas pendampingan Bimbingan Iman dan Bertakwa (Bimtaq), yang telah diberikan kepada mahasiswa di tahun pertama di STKIP Taman Siswa Bima.
“Kegiatan ini memang sudah menjadi penciri STKIP Taman Siswa Bima. Ini adalah tindak lanjut dari pendampingan Bimtaq ketika mahasiswa melakukan orientasi kampus pertama kali,” ujar Muh. Yusuf.
Digitalisasi Institusi Pendidikan
Yusuf menambahkan, pelibatan dosen dan pegawai secara aktif dalam pembacaan Al-Qur’an secara bersamaan berfungsi sebagai role model bagi mahasiswa. Dengan struktur kegiatan yang terorganisir secara digital, pihak kampus menargetkan efisiensi waktu dan jangkauan partisipasi yang lebih komprehensif daripada metode konvensional.
Program ini muncul di tengah tren digitalisasi institusi pendidikan tinggi di Nusa Tenggara Barat, yang mulai mengintegrasikan kegiatan ekstrakurikuler ke dalam sistem daring. Penekanan pada mahasiswa semester delapan juga berkaitan dengan syarat kelayakan yudisium, yang memerlukan bukti kompetensi non-akademik di bidang karakter.
Hingga saat ini, Unit Pengembangan Beradab sedang melakukan sinkronisasi data mahasiswa semester delapan untuk memastikan distribusi teknis pembacaan Al-Qur’an berjalan lancar pada hari pelaksanaan. Pihak kampus menegaskan, meskipun secara virtual, standar kualitas dan kekhusyukan pembacaan tetap mendapat pengawasan ketat oleh tim koordinator.
Ke depan, STKIP Taman Siswa Bima berencana mematenkan metodologi pendampingan Bimtaq ini sebagai kurikulum tetap pengembangan karakter. Harapannya, Program Khataman Massal jilid kedua ini menjadi tolok ukur bagi pelaksanaan kegiatan serupa pada tahun-tahun mendatang, guna menjaga konsistensi nilai-nilai institusional. (*)



