STKIP Taman Siswa Bima dan UAD Gelar Konferensi Internasional, Bidik Panggung Akademik Global
Mataram (NTBSatu) – STKIP Taman Siswa Bima dan Universitas Ahmad Dahlan (UAD), akan menggelar konferensi internasional.
Strategi akselerasi internasionalisasi kampus ini hadir melalui kolaborasi strategis antara STKIP Taman Siswa Bima dan Program Doktor Pendidikan Universitas Ahmad Dahlan (UAD).
STKIP Taman Siswa Bima mengintegrasikan dua forum ilmiah prestisius, 2nd International Conference on Multicultural Education and Global Learning (ICMEGL #2) dan 4th National Seminar on Technology, Local Wisdom, and Transformative Education (SNTEKAD #4), pada 23 April 2026.
Ketua Panitia pelaksana, Rizalul Fiqry, S.Si., M.Pd menyampaikan, sinergi ini menandai pergeseran paradigma institusi dari pengelolaan pendidikan konvensional menuju ekosistem akademik yang terbuka dan berdaya saing global.
Dengan menyatukan skala nasional dan internasional dalam satu panggung, STKIP Taman Siswa Bima berupaya memposisikan diri sebagai pusat dialog pendidikan multikultural dan teknologi transformatif di wilayah timur Indonesia.
Perhelatan ini menghadirkan empat pakar dari tiga negara untuk membedah tantangan pendidikan masa depan. Delegasi internasional ada Prof. Dr. Augusto da Costa dari Timor Leste dan Prof. Al-Rashiff Hamjilani Mastul, Ph.D. dari Filipina. Sementara itu, penyampaian dari perspektif domestik oleh Assoc. Prof. Dr. Ibnu Khaldun Sudirman, M.Si. serta Prof. Dr. Dian Artha Kusumaningtyas, M.Pd.Si.
Ia menegaskan, inisiatif ini merupakan manifestasi dari komunikasi institusional yang telah terbangun lama. Menurutnya, kesiapan STKIP Taman Siswa Bima sebagai tuan rumah merupakan respons langsung terhadap tantangan pengembangan tridharma perguruan tinggi yang menuntut kolaborasi lintas lembaga.
“Kegiatan ini merupakan hasil komunikasi dan kegiatan bersama berkelanjutan antara STKIP Tamsis dan UAD. Tamsis mendapat tawaran menjadi host, langsung bergerak untuk membangun kegiatan. Kepanitiaannya penuh dari STKIP Taman Siswa Bima, tetapi mendapat backup penuh dari S3 Pendidikan UAD,” ujar Rizalul Fiqry, Kamis, 23 April 2026.
Bentuk Kemitraan STKIP Taman Siswa Bima dan UAD
Kemitraan antara STKIP Taman Siswa Bima dan UAD mencakup dimensi yang luas. Mulai dari penguatan kapasitas dosen hingga pendampingan budaya riset dan publikasi ilmiah.
“Kerja sama ini tidak bersifat insidental, melainkan strategis dan berorientasi jangka panjang untuk meningkatkan indikator kualitas institusi di tingkat nasional,” ujarnya.
Secara tematik, SNTEKAD #4 menggarisbawahi pentingnya pendidikan transformatif yang tetap berpijak pada kearifan lokal. Ia menilai, integrasi ini krusial agar inovasi teknologi pendidikan tidak tercerabut dari akar budaya masyarakat. Menciptakan identitas institusi yang adaptif namun tetap relevan secara kontekstual.
Penyelenggaraan dua forum ini secara simultan juga menjadi strategi efisiensi sumber daya sekaligus memperluas jangkauan jejaring akademik partisipan. Ia berharap, model integratif ini menjadi cetak biru bagi pengembangan kegiatan ilmiah di masa depan. Yang mana mengedepankan inklusivitas perspektif dari berbagai disiplin ilmu.
“Transformasi yang diusung melalui konferensi ini mengirimkan pesan kuat mengenai ambisi STKIP Taman Siswa Bima untuk keluar dari batas-batas lokalitas. Dengan menghadirkan narasumber mancanegara, kampus ini secara de facto telah memulai proses asimilasi dengan standar akademik internasional,” katanya.
Ke depan, pola kemitraan strategis serupa diproyeksikan akan terus diperluas untuk memperkuat daya saing lulusan dan kualitas riset. Di tengah dinamika global yang tak menentu, STKIP Taman Siswa Bima memilih jalur kolaborasi sebagai fondasi utama dalam merespons tantangan zaman melalui penguatan dialog lintas budaya dan teknologi.
Di tengah gemuruh diskusi yang menutup rangkaian acara, terlihat sebuah komitmen baru yang lahir dari ruang-ruang dialog tersebut. Integrasi ICMEGL dan SNTEKAD bukan sekadar penutupan agenda, melainkan pembukaan gerbang bagi STKIP Taman Siswa Bima untuk terus melangkah di panggung akademik global dengan identitas yang lebih kokoh. (*)



