DLH Kabupaten Bima Genjot Sejumlah Program Wujudkan “Dana Mbojo Maraso”
Bima (NTBSatu) – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bima terus memacu kinerja secara berkesinambungan di tengah kebijakan efisiensi anggaran. Meski baru menjabat dua bulan lebih, Kepala DLH Kab. Bima bergerak cepat menggalakkan berbagai langkah strategis demi mewujudkan Bima yang lebih bersih dan sehat.
Kepala DLH Kabupaten Bima, Syarifuddin menjelaskan, sejumlah langkah konkret telah berjalan. Mulai dari penerbitan Instruksi Bupati tentang Pemilahan Sampah hingga Surat Edaran Gerak Serentak Gotong Royong menuju Dana Mbojo Maraso (Tanah Bima yang Bersih).
Tak hanya di level regulasi, Syarif menyebut, pihaknya aktif bersosialisasi langsung ke tengah masyarakat, merangkul pengurus RT, RW, marbot masjid, hingga mengoptimalkan peran Tim Satgas Peduli Sampah DLH.
Spirit ini lahir dari pesan mendalam yang disampaikan oleh Bupati Bima. “Bekerja dengan konsisten walaupun hal-hal yang kecil. Inovasi tidak harus memakan biaya besar, dan yang paling utama adalah menjaga kekompakan tim,” tegaskan Syarif pada NTBSatu, Selasa, 28 Juli 2026.
Untuk mengatasi keterbatasan fasilitas di daerah, DLH Kabupaten Bima juga aktif menjemput bola ke pemerintah pusat.
“Kami terus berkoordinasi dan berkonsultasi dengan tim pusat terkait kebutuhan sarana dan prasarana,” lanjutnya.
Ia juga menjelaskan, pihaknya sedang merampungkan kesiapan kriteria yang harus terpenuhi agar dapat memenuhi syarat-syarat teknis dan administratif.
“Kami merampungkan Readiness Criteria (RC) serta mengirimkan proposal resmi yang tertuju langsung ke Kementerian Lingkungan Hidup,” tuturnya.
Sasar Titik Rawan Sampah
Di tingkat lapangan, Syarif menyebut, DLH Kabupaten Bima membuktikan komitmen tersebut lewat aksi rutin mingguan.
Setiap hari Rabu, seluruh aparatur DLH turun langsung dalam program khusus bertajuk Rabu Kerja Bakti (RKB). Program ini menyasar titik-titik rawan penumpukan sampah, salah satunya di kawasan sekitar Taman Doro Belo.
“Kamipun pegawai DLH tiap hari Rabu ada program Rabu Kerja Bakti (RKB) di titik-titik rawan sampah. Contohnya itu di sekitar taman doro Belo,” kata Syarif.
Melalui konsistensi gotong royong, kolaborasi bersama masyarakat, serta pendekatan inovasi yang ramah anggaran, DLH Kabupaten Bima optimistis mampu menciptakan perubahan lingkungan yang signifikan dan berkelanjutan. (*)




