NTB

Indonesia Masuk Fase El Nino Kuat, Bagaimana Cuaca NTB Tiga Hari ke Depan?

Mataram (NTBSatu) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid (ZAM) mengonfirmasi Indonesia resmi memasuki fase El Nino tingkat kuat. Fase ini memicu penurunan curah hujan secara drastis di berbagai wilayah.

Fenomena iklim global ini berdampak langsung pada peningkatan suhu udara serta potensi cuaca ekstrem di NTB selama tiga hari ke depan, 29 hingga 31 Juli 2026. Prakirawan BMKG Stamet ZAM, Dhian Yulie Cahyono, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca di NTB.

​”Kami mengimbau seluruh masyarakat NTB untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi dampak kemarau panjang. Terutama potensi angin kencang dan kekeringan,” ujarnya kepada NTBSatu pada Rabu, 29 Juli 2026.

IKLAN

Fenomena El Nino kuat lantaran akibat kenaikan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur. Keadaan tersebut menyedot pasokan uap air dari wilayah Indonesia, sehingga pembentukan awan hujan menurun signifikan.

Dampaknya, sebagian besar wilayah NTB mengalami kondisi udara kering, suhu terik, dan peningkatan kecepatan angin.

Prakiraan Cuaca dan Ancaman Angin Kencang

Berdasarkan analisis BMKG dari Rabu, 29 Juli 2026 hingga Jumat, 31 Juli 2026, sebagian besar kabupaten dan kota di NTB mendapati cuaca cerah berawan hingga berawan. Potensi hujan ringan hingga sedang secara lokal hanya berpeluang terjadi di beberapa titik seperti Lombok Timur, Dompu, dan Bima.

​Meski potensi hujan lebat berada pada status nihil, BMKG mengeluarkan peringatan angin kencang yang bertiup dari arah tenggara menuju timur. Kecepatan angin terukur mencapai 14 hingga 27 kilometer per jam, dengan kisaran suhu udara antara 13 hingga 33 derajat celsius.

​Wilayah yang masuk dalam area kewaspadaan angin kencang hingga 31 Juli 2026 meliputi Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur, Sumbawa, Dompu, Bima, dan Kota Bima.

​Dhian menegaskan, ancaman utama selama periode ini tidak hanya terbatas pada hembusan angin. Tetapi juga risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

​”Masyarakat wajib menghindari aktivitas membakar sampah maupun membuang puntung rokok sembarangan karena angin kencang memicu penyebaran api secara cepat,” tuturnya.

Imbauan Keselamatan Pesisir dan Penghematan Air

Selain memicu risiko karhutla, kondisi kemarau akibat El Nino kuat ini berpotensi menurunkan ketersediaan air bersih. BMKG meminta masyarakat memakai air secara bijak dan menggunakan tabir surya (sunscreen) saat beraktivitas di luar ruangan. Hal ini guna mencegah dampak radiasi sinar matahari langsung.

​Di wilayah perairan, BMKG meminta nelayan dan operator jasa transportasi laut mewaspadai potensi gelombang tinggi mencapai dua meter atau lebih. Area perairan yang masuk zona bahaya meliputi Selat Lombok bagian selatan, Selat Alas bagian selatan, Selat Sape bagian selatan, Perairan Selatan Sumbawa, serta Samudra Hindia selatan NTB.

​BMKG mengimbau publik agar tetap memantau pembaruan informasi cuaca secara berkala melalui saluran komunikasi resmi guna mengantisipasi perubahan kondisi atmosfer secara mendadak. (*)

Artikel Terkait