Sumbawa

Diabetes hingga Kanker Payudara Jadi Alarm, Pemkab Sumbawa Perluas Cek Kesehatan Gratis di 26 Puskesmas

Sumbawa Besar (NTBSatu) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumbawa memperluas program Cek Kesehatan Gratis pada 2026, dengan melibatkan 26 Puskesmas di setiap kecamatan.

Pemerintah daerah mengambil langkah ini, setelah kuota layanan pada tahun pertama pelaksanaan masih terbatas. Sementara itu, kasus penyakit kronik seperti diabetes, jantung, dan kanker payudara menunjukkan tren yang mengkhawatirkan.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Riset Daerah (Bapperida) Sumbawa, Dr. Dedy Heriwibowo mengatakan, secara umum pelaksanaan program di fasilitas kesehatan dan rumah sakit rujukan berjalan lancar. Namun, perlu penguatan cakupan dan alat kesehatan.

“Secara umum berlangsung lancar, tetapi tahun kemarin kuotanya masih sedikit karena itu tahun pertama. Tahun ini kuotanya akan lebih banyak,” kata Dedy, Senin, 2 Maret 2026.

Ia menegaskan, Pemkab Sumbawa melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) telah berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan, untuk memastikan kebutuhan alat dan dukungan teknis tersedia di daerah.

“Dinkes sudah mengambil langkah koordinasi dengan Kementerian Kesehatan. Agar pemeriksaan gratis ini bisa meng-cover seluruh penduduk, terutama yang rentan penyakit kronik,” tegasnya.

Menurut Dedy, penyakit yang paling banyak ditemukan di Sumbawa saat ini adalah diabetes. Kemudian, penyakit jantung dan kanker, terutama kanker payudara pada perempuan.

“Yang paling banyak di tempat kita ini diabetes, kemudian jantung, lalu kanker, khususnya kanker payudara. Ini yang harus difokuskan,” katanya.

Program ini akan memprioritaskan kelompok usia produktif, agar tidak terganggu secara ekonomi dan sosial akibat penyakit yang terlambat terdeteksi. Namun, lansia, anak-anak, dan perempuan tetap menjadi kelompok perhatian.

“Kelompok usia produktif diprioritaskan, karena mereka tulang punggung aktivitas ekonomi. Tapi lansia, anak-anak, dan perempuan juga tetap menjadi perhatian,” lanjutnya.

Antisipasi Ketersediaan Peralatan

Pemkab Sumbawa menyiapkan strategi terbaru, yakni memperluas layanan melalui seluruh Puskesmas yang tersebar di kabupaten. Termasuk, dua Puskesmas di Kecamatan Sumbawa.

“Tahun ini kita rencanakan semua 26 Puskesmas menyelenggarakan cek kesehatan gratis. Tahun lalu masih sebagian kecil,” ungkapnya.

Untuk memperlancar program, Dinas Kesehatan juga membentuk Satuan Tugas (Satgas) khusus. Tantangan terbesar yang diantisipasi adalah ketersediaan peralatan dan sistem pendataan.

“Kalau tenaga masih bisa dimanfaatkan yang ada. Kendalanya lebih pada peralatan uji dan pengelolaan data. Jangan sampai sudah dites tetapi tidak terekap dengan baik,” tambahnya.

Ia menekankan, pentingnya integrasi data agar hasil pemeriksaan bisa langsung ditindaklanjuti dengan pengobatan melalui BPJS Kesehatan. “Data yang terkumpul harus nyambung dengan treatment yang akan di-support BPJS, supaya tidak berhenti hanya di pemeriksaan,” tutupnya.

Dengan perluasan cakupan dan penguatan alat serta sistem data, Pemkab berharap deteksi dini penyakit kronik di Sumbawa bisa lebih masif. Sehingga, masyarakat tidak lagi datang berobat dalam kondisi stadium lanjut yang penanganannya sulit. (Marwah)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button