Pendidikan

Merayakan Sastra Tanpa Batas: Dari Eropa hingga Hologram Kafka di Bincang Buku Teman Baca

Mataram (NTBSatu) – Komunitas Teman Baca kembali menghadirkan panggung dialog sastra melalui agenda “Bincang Buku” yang mempertemukan lintas gagasan dan genre.

Kegiatan berlangsung pada Sabtu, 28 Februari 2026, di Perpustakaan Teman Baca. Kegiatan ini mulai pukul 16.00 Wita dan ditutup dengan berbuka puasa bersama.

Pendiri Komunitas Teman Baca, Ahmad Hermansyah, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan menggairahkan literasi di Kota Mataram, khususnya di kalangan anak muda.

“Apa yang kami lakukan sebetulnya upaya untuk menggairahkan, meramaikan kegiatan literasi di kota kita ini. Khususnya menyasar ke anak-anak mudanya ya,” ujarnya, Sabtu, 28 Februari 2026.

Acara ini tidak hanya menyuguhkan diskusi seputar catatan perjalanan Eropa, tafsir imajinatif atas karya-karya Franz Kafka, hingga esai-esai reflektif tentang dunia buku. Penampilan unik “Wayang Kafka” oleh Sigit Susanto turut menjadi daya tarik tersendiri.

Para pengulas buku yang hadir merupakan sastrawan aktif Nusa Tenggara Barat. Di antaranya Kiki Sulistyo dan Iin Farliana yang terhimpun dalam Komunitas Akar Pohon, serta Ahmad Hermansyah sendiri.

Sigit Susanto, yang aktif mementaskan wayang di Swiss dan sejumlah negara Eropa. Mulai dari wayang klasik hingga eksperimental. Kali ini membawa karya tersohor Kafka ke dalam medium pewayangan.

Menurutnya, alih media sastra semacam itu masih jarang dilakukan karena kompleksitas karya yang diangkat. “Terlebih karya yang kali ini dari Kafka, membacanya saja cukup susah, termasuk itu tanggapan dari banyak teman,” jelas Sigit di sela kegiatan.

Ia menambahkan, ke depan pementasan wayang berbasis karya sastra akan terus ia galakkan. Rencananya, gelaran pementasan kedua di Universitas Mataram sebelum ia kembali ke Swiss.

Sementara itu, Hermansyah berharap forum tersebut dapat meningkatkan kemampuan peserta dalam menganalisis teks dan wacana, sekaligus memperkaya perspektif pembacaan terhadap karya sastra.

“Supaya teman-teman meningkat kemampuannya dalam menganalisis wacana, menganalisis teks, meningkat dalam konteks ya mereka semakin kritis gitu ya dalam membaca teks,” pungkasnya. (Alwi)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button