Awal Ramadan, ASN Pemkot Mataram Masuk Kerja Setengah Hari
Mataram (NTBSatu) – Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram akan bekerja setengah hari, pada hari pertama Ramadan 1447 Hijriah. Sesuai surat edaran yang telah diterbitkan, ASN dijadwalkan masuk pukul 08.00 Wita dan pulang lebih awal pada pukul 11.00 Wita.
Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Nomor: 100.3.4.3/812/SETDA/II/2026 tentang penetapan jam kerja ASN selama bulan Ramadan. Pengaturan ini mengacu pada surat edaran dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) serta Surat Keputusan Bersama (SKB) tiga menteri, yakni Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Agama, dan Kementerian Ketenagakerjaan.
Kepala Bagian Organisasi Setda Kota Mataram, Arifuddin mengatakan, pengurangan jam kerja di hari pertama Ramadan merupakan bagian dari penyesuaian agar ASN dapat menjalankan ibadah puasa dengan optimal. “Untuk hari pertama Ramadan, jam kerja pegawai sampai pukul 11.00,” ujarnya, Rabu, 18 Februari 2026.
Secara umum, selama bulan Ramadan jam kerja efektif ASN berkurang dari 37 jam per minggu menjadi 32,5 jam per minggu. Di Kota Mataram diberlakukan lima hari kerja.
Untuk hari Senin sampai Kamis, ASN masuk pukul 08.00 hingga 15.45 Wita dengan waktu istirahat pukul 12.00–12.30 Wita. Sementara pada hari Jumat, jam kerja dimulai pukul 08.00 hingga 11.30 Wita.
Adapun perangkat daerah atau unit kerja yang menerapkan enam hari kerja memiliki ketentuan tersendiri, yakni Senin–Kamis pukul 08.00–14.00 Wita, Jumat pukul 08.00–11.00 Wita, dan Sabtu pukul 08.00–13.30 Wita.
Selain jam kerja, surat edaran juga mengatur penggunaan pakaian muslim selama Ramadan, sementara pegawai nonmuslim diminta menyesuaikan. Selama Ramadan, upacara bendera termasuk peringatan Hari Kesadaran Nasional setiap tanggal 17 juga ditiadakan.
Sekda Kota Mataram, Lalu Alwan Basri mengatakan, surat edaran tersebut telah didistribusikan ke seluruh OPD dan menjadi pedoman pelaksanaan selama Ramadan.
“Puasa tidak menghalangi kinerja. Tetap disiplin, karena kinerja itu juga bagian dari ibadah,” tegasnya. (*)



