ADVERTORIALPendidikan

“Belajar Bareng” INOVASI dan Tamsis Lahirkan Mata Kuliah Pedagogi Pendidikan Karakter

Bima (NTBSatu) – Program “Belajar Bareng” antara INOVASI dan STKIP Taman Siswa (Tamsis) Bima menghasilkan mata kuliah baru bertajuk “Pedagogi Pendidikan Karakter”, pada Prodi S2 Pedagogi. Hal ini sebagai upaya memperkuat peran LPTK dalam pengembangan karakter peserta didik.

Mata kuliah tersebut dirancang melalui diskusi intensif dosen dan mitra INOVASI, dengan outline meliputi analisis kebijakan karakter Indonesia. Konstruksi konseptual pendidikan karakter, telaah proses pembentukan karakter anak dan dewasa, peran teknologi informasi, perancangan asesmen. Kemudian, monitoring dan evaluasi, hingga desain pedagogi pendidikan karakter yang kontekstual.

Ketua STKIP Taman Siswa Bima, Dr. H. Ibnu Khaldun Sudirman, M.Pd., menyatakan kemitraan dengan INOVASI menjadi langkah strategis bagi kampus di daerah yang jauh dari “dapur kebijakan,” untuk terus belajar dan merangkum praktik pendidikan mutakhir.

“Kami memantapkan hati bermitra dengan INOVASI. Tamsis ingin menjadi kampus pelopor yang fokus pada mata kuliah spesifik pendidikan karakter,” ujarnya.

Program Director INOVASI, Sri Widuri menegaskan, kolaborasi tersebut baru langkah awal. INOVASI, katanya, ingin terus belajar bersama Tamsis dengan pendekatan Problem Driven Iterative Adaptation (PDIA) untuk memperkuat pendidikan karakter.

“Selama ini pendidikan karakter sering diposisikan sebagai pelengkap akademik lain. Padahal perannya sangat mendasar. LPTK memiliki gap besar antara teori, praktik, dan kebijakan. Di sinilah kami ingin memperpendek jarak itu,” jelasnya.

Ia juga menekankan, peran INOVASI sebagai penghubung antara pusat dan daerah, serta antara kebijakan dan praktik pendidikan di lapangan.

Kerja sama STKIP Taman Siswa Bima dengan INOVASI
Kerja sama STKIP Taman Siswa Bima dengan INOVASI. Foto: Dok. STKIP Taman Siswa Bima

Turut hadir pada kegiatan ini Sekretaris Dinas Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Bima Kabupaten Bima, Kepala Brida Kabupaten Bima, pengawas sekolah. Kemudian, kaprodi dan dosen lingkup STKIP Taman Siswa Bima. Sejumlah tindak lanjut menjadi kesepakatan, di antaranya kuliah umum, refleksi rutin, serta pengembangan modul pembelajaran pendidikan karakter.

1 2Laman berikutnya

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button