BERITA NASIONAL

NTB Masuk Lima Besar Provinsi Penyumbang Pekerja Migran Terbanyak 2025

Mataram (NTBSatu) – NTB berhasil menembus lima besar provinsi penyumbang Pekerja Migran Indonesia (PMI) terbanyak sepanjang tahun 2025.

Data Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) mencatat, sebanyak 35.215 pekerja migran berasal dari NTB sepanjang 2025. Angka ini menunjukkan peningkatan dari tahun 2024 yang mencatatkan 31.031 pekerja migran.

Sementara itu, Pulau Jawa masih mendominasi asal provinsi PMI secara nasional. Jawa Timur menempati posisi teratas dengan total 69.925 pekerja migran sepanjang 2025.

Meski berada pada peringkat pertama, jumlah tersebut mengalami penurunan signifikan dibanding tahun 2024 yang mencapai 79.339 pekerja.

IKLAN

Jawa Barat berada pada posisi kedua dengan total 62.358 pekerja migran dan mencatatkan kenaikan tipis dari tahun sebelumnya. Jawa Tengah menyusul pada peringkat ketiga dengan total 62.276 pekerja migran.

Sebagai informasi, KP2MI mencatat total penempatan pekerja migran Indonesia sepanjang 2025 mencapai 296.948 orang. Jumlah tersebut mengalami penurunan tipis sebesar 0,16 persen dibanding tahun sebelumnya.

Dari total PMI tersebut, sebanyak 187.468 orang merupakan pekerja perempuan, sementara sisanya berjenis kelamin laki-laki. Data ini menegaskan dominasi perempuan dalam sektor pekerjaan migran Indonesia.

Berdasarkan sektor penempatan, mayoritas PMI bekerja pada pemberi kerja perseorangan. Sektor ini menyumbang 72,53 persen dari keseluruhan penempatan pekerja migran Indonesia selama 2025.

Kondisi tersebut memperlihatkan tingginya kebutuhan tenaga kerja domestik dan layanan personal pada negara tujuan penempatan.

Daftar 10 Provinsi asal Pekerja Migran Indonesia 2025

Melansir laman resmi KP2MI, berikut ini daftar provinsi dengan penyumbang migran terbanyak:

  1. Jawa Timur – 69.925 pekerja;
  2. Jawa Barat – 62.358 pekerja;
  3. Jawa Tengah – 62.276 pekerja;
  4. Nusa Tenggara Barat – 35.215 pekerja;
  5. Lampung – 24.175 pekerja;
  6. Bali – 10.059 pekerja;
  7. Sulawesi Selatan – 7.173 pekerja;
  8. Nusa Tenggara Timur – 4.163 pekerja;
  9. Banten – 3.658 pekerja;
  10. Sumatra Utara: 3.545 pekerja.

Selain provinsi asal, KP2MI juga mencatat negara tujuan penempatan PMI sepanjang 2025. Taiwan menempati posisi teratas sebagai negara tujuan utama dengan total 89.960 pekerja migran. Jumlah tersebut meningkat sebesar 6,35 persen dibanding tahun sebelumnya yang mencapai 84.581 pekerja.

Dari sisi jenis pekerjaan, sektor pekerja rumah tangga masih mendominasi dengan total 76.773 orang meski jumlahnya menurun 23,3 persen dari tahun lalu.

Selanjutnya, PMI bekerja sebagai caregiver sebanyak 53.574 orang, pekerja perkebunan 27.828 orang, pekerja umum 17.250 orang, serta pekerja domestik sebanyak 14.466 orang. (*)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button