Dompu

Harta Karun Hu’u Daha Pulau Sumbawa, PT STG Siap Sulap Panas Bumi Jadi Energi Tambang Dunia

Dompu (NTBSatu) – PT Sumbawa Timur Geothermal (STG), anak perusahaan PT Sumbawa Timur Mining (STM) sedang melakukan langkah besar dengan mengembangkan potensi panas bumi (geotermal) sebagai pemasok kebutuhan listrik.

PT STM melakukan transisi energi hijau tersebut di di Hu’u Daha, Kabupaten Dompu, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Hal tersebut sebagai langkah awal rencana pemenuhan kebutuhan listrik dari panas bumi, untuk operasional di tambang kelas dunia.

Pengembangan panas bumi di wilayah Pulau Sumbawa oleh PT STG menjadi langkah baru pertambangan Indonesia. Tujuannya, untuk memanfaatkan Sumber Daya Alam (SDA) terbarukan yang tersedia sebagai pemasok listrik utama.

Terbukti dengan keberhasilan PT STG saat mengikuti lelang terbatas dan memperoleh hak pengelolaan resmi Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) di wilayah Hu’u Daha, pada 2024.

IKLAN

Menurut Ahli Geologi, Joshua Benyamin, wilayah Hu’u Daha sudah memiliki potensi panas bumi sejak lama. Pada 1990, Badan Geologi sudah mengetahui adanya potensi energi panas bumi hingga 69 Megawatt (MW).

Dari informasi tersebut, PT STM melakukan Penugasan Survei Pendahuluan dan Eksplorasi (PSPE) sepanjang 2018 hingga 2023. Namun, karakteristik medan di kawasan Hu’u Daha secara teknis lebih sulit dan menantang dari Pulau Jawa.

Oleh karena itu dalam mengintegrasikan data, tim geologi harus lebih kreatif dan membutuhkan waktu lebih lama untuk membuat model konseptual agar lebih akurat.

Hasil survei kemudian menjadi acuan utama keputusan PT STM, yang kini memasuki babak paling krusial, terkait pemanfaatan panas bumi.

Joshua juga menyampaikan, survei terpadu geologi, geokimia, dan geofisika, sudah berhasil menyelesaikan satu sumur slim hole.

“Pada tahun 2018, PT STM mulai mengajukan Penugasan Survei Pendahuluan dan Eksplorasi (PSPE). Sepanjang 2018 hingga 2023, kami melakukan survei terpadu geologi, geokimia, dan geofisika. Bahkan, telah menyelesaikan satu sumur slim hole,” jelas Joshua dalam video unggahan di akun Facebook Sumbawa Timur Mining, dikutip NTBSatu, Sabtu, 17 Januari 2026.

Ketersediaan Panas Bumi Capai 90 Persen

Di sisi lain, Juni Sianipar seorang Ahli Geologi mengaku terkejut dengan data sumur eksplorasi mineral. Sebab, ada anomali suhu cukup tinggi mencapai 200 derajat Celcius di kedalaman 1000 meter.

“Kami cukup terkejut melihat temperatur dari sumur eksplorasi mineral di kedalaman 1.000 meter bisa mencapai 200 derajat Celcius. Ini indikasi sistem geothermal yang sangat kuat,” ungkap Juni.

Sedangkan, Kepala Teknik Panas Bumi PT STG, Petto Mawajaya menyampaikan, jika angka ketersediaan panas bumi bisa melampaui 90 persen.

“Artinya, jika kita membangun kapasitas 100 MW, sepanjang tahun kita bisa menghasilkan daya secara konsisten di atas 90 persen. Ini jauh lebih andal dibanding sumber energi terbarukan lainnya,” ujar Petto.

Dengan visi besar, Petto berharap, PLTP di Hu’u Daha akan menjadi contoh bagi tambang lain dalam pemanfaatan energi terbarukan.

“Dengan terbangunnya PLTP Hu’u Daha oleh STG nantinya diharapkan menjadi pemicu sekaligus pemacu,” jelasnya. (Inda)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button