NTB

Pagi Dingin dan Hujan Tak Menentu di NTB, Begini Penjelasan BMKG

Mataram (NTBSatu) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi (Stamet) Zainuddin Abdul Madjid (ZAM) memberikan penjelasan terkait kondisi cuaca di NTB yang ditandai dengan suhu pagi yang kian dingin menusuk disertai turunnya hujan secara tidak menentu dalam beberapa hari terakhir.

BMKG menyebut kombinasi cuaca unik ini karena adanya fenomena musiman bediding dari penguatan Angin Monsun Australia. Selanjutnya, angin ini berpadu dengan aktifnya gelombang atmosfer Equatorial Rossby.

Sebagai informasi, fenomena bediding merupakan keadaan alami saat suhu udara turun drastis dan terasa sangat dingin pada malam hingga pagi hari. Keadaan ini biasanya berlangsung pada puncak musim kemarau antara bulan Juli hingga September

IKLAN

“Kondisi ini diiringi tiupan angin yang cukup kencang dalam beberapa hari terakhir di wilayah NTB. Berkisar antara 15 hingga 25 knot atau 28 sampai 46 kilometer per jam,” ujar Prakirawan BMKG, Gede Dedy Krisnawan kepada NTBSatu pada Sabtu, 25 Juli 2026.

Meski fenomena bediding membawa udara kering dan dingin, BMKG memperkirakan hujan masih akan turun hingga beberapa hari ke depan. Terutama pada siang hingga malam hari. Gelombang Equatorial Rossby yang aktif terus memicu pertumbuhan awan hujan di tengah periode bediding ini.

Dukungan Kelembaban Udara

Gede mengatakan Indikator Outgoing Longwave Radiation (OLR) yang bernilai negatif turut memperkuat dinamika atmosfer ini. Nilai negatif tersebut menandai adanya pumpunan awan tebal serta proses konvektif yang aktif membentuk hujan di langit NTB.

Selain itu, pasokan uap air terpantau cukup basah dari permukaan hingga ketinggian 700 hPa atau sekitar 3.000 meter di atas permukaan laut.

​”Pasokan uap air pada lapisan tersebut mendukung pertumbuhan awan hujan secara masif,” ujar Gede.

Potensi Gelombang Tinggi dan Imbauan Kesehatan

Menyikapi perubahan cuaca yang berlangsung cepat ini, BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Warga perlu menjaga kondisi fisik agar tetap fit di tengah perubahan suhu yang tajam, dari pagi yang dingin hingga potensi hujan di malam hari.

​”Masyarakat perlu menyiapkan pakaian hangat, terutama saat pagi dan malam hari. Serta menjaga daya tahan tubuh agar tidak mudah terserang penyakit,” tutur Gede.

​Selain imbauan kesehatan, BMKG memberi peringatan khusus bagi para nelayan dan pelaku aktivitas pelayaran di perairan NTB.

Tiupan angin kencang berpotensi menaikkan tinggi gelombang laut. Sehingga masyarakat perlu memantau pembaruan informasi cuaca resmi BMKG secara berkala. (*)

Artikel Terkait