Diskominfotik SumbawaSumbawa

Sekda Sumbawa Soroti Kualitas SDM, Minta Pekerja Adaptif Hadapi Tekanan Industri

Sumbawa Besar (NTBSatu) – Pemerintah Kabupaten Sumbawa menegaskan, kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) harus menjadi agenda prioritas dalam menghadapi perubahan dunia industri yang semakin cepat dan penuh tekanan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumbawa, Dr. H. Budi Prasetiyo menekankan, tantangan global menuntut pekerja yang tidak hanya menguasai keterampilan teknis, tetapi juga memiliki mental kuat, disiplin, dan kemampuan adaptasi tinggi.

Hal itu ia sampaikan saat membuka Pelatihan Pembinaan Mental dan Kepemimpinan bagi peserta program Be A Plus PT. SJR di Kompi Senapan B Sumbawa, Kamis, 27 November 2025.

Dalam paparannya, ia menyoroti kualitas SDM akan menentukan seberapa jauh daerah mampu bersaing, terutama di wilayah yang memiliki potensi industri dan investasi yang terus berkembang.

IKLAN

“Industri berubah cepat. Kalau SDM kita tidak adaptif, kita akan tertinggal. Kita butuh pekerja yang mampu membaca tantangan, bermental tangguh, dan bisa memimpin diri sebelum memimpin orang lain,” tegas Budi.

Menurutnya, dunia kerja saat ini tidak lagi cukup dengan pekerja yang memiliki kemampuan teknis saja. Perusahaan membutuhkan tenaga yang memiliki integritas, orientasi hasil, kedisiplinan tinggi, serta kemampuan berpikir kritis.

Karena itu, pelatihan yang diselenggarakan perusahaan harus dipandang sebagai upaya strategis untuk memperbaiki kualitas tenaga kerja lokal, bukan sekadar pemenuhan rutinitas program internal.

Dorong Percepatan Pembangunan Daerah

Budi menjelaskan, pembangunan daerah modern berpeluang tumbuh lebih cepat apabila mendapat dukungan tenaga kerja yang berdaya saing. Apalagi, Sumbawa saat ini tengah menghadapi perkembangan di sektor industri, ketenagakerjaan, dan investasi.

Situasi tersebut menjadi momentum bagi daerah untuk mempercepat peningkatan kompetensi tenaga kerja melalui kolaborasi lintas sektor.

“Kita ingin SDM Sumbawa mampu bersaing tidak hanya di daerah sendiri, tetapi juga di tingkat regional bahkan nasional. Pelatihan seperti ini harus terus diperkuat dan dipantau dampaknya,” tambahnya.

Ia juga menyoroti pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, dunia usaha, lembaga pengawasan ketenagakerjaan, serta unsur TNI dalam membangun budaya kerja yang sehat dan produktif.

Kolaborasi ini, menurutnya, menjadi kunci terbentuknya ekosistem tenaga kerja yang siap menghadapi dinamika industri modern. (*)

Berita Terkait

Back to top button