Sumbawa

Pulau Bungin Resmi Jadi Kampung Nelayan Merah Putih, Bupati Jarot Dorong Sumbawa Jadi Lumbung Maritim NTB

Sumbawa Besar (NTBSatu) – Desa Pulau Bungin, Kecamatan Alas, resmi ditetapkan sebagai lokasi Program Kampung Nelayan Merah Putih tahun 2025. Penetapan itu disaksikan langsung Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono dalam kunjungannya sekaligus menjadi momentum strategis penguatan sektor kelautan Kabupaten Sumbawa.

Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot menyebut, penunjukan Pulau Bungin bukan sekadar proyek pembangunan fisik. Melainkan, titik balik kebangkitan ekonomi pesisir di wilayah dengan garis pantai terpanjang di Nusa Tenggara Barat (NTB).

“Hari ini adalah hari yang sangat berbahagia bagi kami. Pulau Bungin diberi kesempatan menjadi Kampung Nelayan Merah Putih. Ini bukan hanya pembangunan fasilitas, tapi harapan baru bagi masyarakat nelayan,” ujar Bupati Jarot, Jumat, 27 Februari 2026.

Pulau Bungin dikenal sebagai salah satu desa terpadat di dunia. Dahulu, wilayah ini terpisah dari daratan Pulau Sumbawa dan hanya dapat diakses melalui jalur laut. Kini, setelah tersambung akses jalan, wajah desa berubah signifikan.

“Dulu ini pulau kecil yang terpisah. Kalau mau ke sini harus lewat laut. Alhamdulillah tahun lalu sudah tersambung dengan Pulau Sumbawa dan sekarang ditunjuk sebagai Kampung Nelayan Merah Putih,” jelasnya.

Perubahan itu juga berdampak pada kualitas lingkungan. Jika sebelumnya persoalan sampah plastik menjadi pemandangan sehari-hari, kini infrastruktur dan fasilitas penunjang mulai tertata.

“Dulu kita lihat di samping banyak plastik, bahkan hewan peliharaan memakan sampah. Sekarang sudah jauh lebih baik karena akses dan fasilitas mulai tersedia,” katanya.

Melalui program ini, pemerintah membangun berbagai fasilitas strategis seperti tempat sandar kapal, cold storage (tempat penyimpanan beku). Serta, sarana pendukung lainnya yang sebelumnya sulit nelayan akses.

“Tempat penyimpanan beku yang dulu sulit, sekarang sudah ada. Fasilitas sandar kapal juga dibangun. Ini manfaatnya langsung dirasakan masyarakat,” lanjutnya.

Ia mengingatkan warga agar menjaga fasilitas tersebut agar berumur panjang. “Mari kita jaga bersama. Kalau ada kerusakan kecil segera lapor ke kepala desa. Jangan sampai cepat rusak karena ini untuk kepentingan kita semua,” pesannya.

Usulkan Lima Lokasi Tambahan

Tak hanya Pulau Bungin, pada 2026 satu desa lagi yakni Labu Sangoro, Kecamatan Maronge, juga terpilih sebagai lokasi Kampung Nelayan Merah Putih. “Tahun 2026 ini Kabupaten Sumbawa mendapat dua lokasi. Selain Pulau Bungin, Labu Sangoro juga akan menyusul dengan status yang sama,” tambahnya.

Pemkab Sumbawa bahkan telah mengusulkan lima lokasi tambahan untuk program serupa di tahun-tahun mendatang. Jarot menegaskan, Sumbawa memiliki modal geografis kuat untuk menjadi pusat ekonomi maritim NTB.

Dengan panjang garis pantai sekitar 980 kilometer dan luas wilayah mencapai 74 ribu kilometer persegi, Sumbawa menjadi kabupaten dengan wilayah pesisir terluas di NTB.

Selain perikanan tangkap dan budidaya, potensi tambak garam juga menjadi perhatian serius. Pemerintah daerah saat ini mengidentifikasi lahan potensial 8.000 hingga 10.000 hektare untuk produksi garam.

“Dua bulan lalu Dirjen sudah survei ke sini. Potensi garam kita luar biasa. Saat ini, kami identifikasi sekitar 8.000 hektare hingga 10.000 hektare lahan tambak garam yang bisa dikembangkan,” terangnya.

Ia berharap, dukungan penuh dari Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk merealisasikan pengembangan tambak garam tersebut.

“Kami mohon dukungan dan arahan. Nelayan tangkap, nelayan budidaya, dan nelayan tambak sangat berharap program-program kelautan terus berlanjut di Sumbawa,” paparnya. (Marwah)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button