Pembangunan Sekolah Rakyat Definitif di Sumbawa Masuk Tahap Tender
Sumbawa Besar (NTBSatu) – Rencana pembangunan Sekolah Rakyat definitif di Kabupaten Sumbawa, mulai memasuki tahap realisasi. Pemerintah Daerah (Pemda) telah menyiapkan lahan seluas 26 hektare di Labuhan Badas dan sekitar 5-6 hektare telah mendapat persetujuan untuk pembangunan tahap awal.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Sumbawa, Dedy Heriwibowo mengatakan, lokasi pembangunan berada di depan Pertamina Labuan Badas. Menjadi pusat pendidikan terpadu mulai dari asrama hingga fasilitas sekolah.
“Di Labuan Badas ada lahan Pemda sekitar 26 hektare. Untuk tahap awal sekitar 5 sampai 6 hektare sudah dikonfirmasi akan dipakai untuk pembangunan Sekolah Rakyat,” ungkap Dedy, Sabtu, 28 Februari 2026.
Tender April, Pembangunan Mulai Triwulan III
Menurut Dedy, Pemerintah Pusat akan melakukan proses tender pada April 2026. Jika berjalan sesuai jadwal, pembangunan fisik perkiraannya mulai pada triwulan ketiga tahun ini.
“Perkiraan tender di bulan April di pusat. Kalau proses berjalan lancar, pembangunan mulai sekitar April, Mei, Juni, dan fisik kemungkinan mulai triwulan ketiga,” katanya.
Namun, pemindahan siswa ke lokasi baru masih menunggu kepastian waktu penyelesaian pembangunan. Pemerintah daerah menyiapkan langkah antisipasi jika perpindahan belum bisa tahun ini.
“Kalau belum bisa pindah tahun ini, maka lokasi SMP 4 akan diperpanjang masa pakainya. Kita antisipasi supaya tidak terjadi persoalan, termasuk potensi konflik siswa,” ujarnya.
Target 2027 Beroperasi
Pemda menargetkan, sekolah baru sudah dapat digunakan paling lambat tahun depan, sehingga seluruh kegiatan belajar bisa dipusatkan di lokasi baru.
“InsyaAllah tahun depan sudah bisa beroperasi. Semua siswa akan dipindahkan ke sana dan kegiatan belajar dipusatkan di lokasi baru,” tegasnya.
Di kompleks tersebut, seluruh fasilitas pendidikan akan digabung dalam satu kawasan, termasuk asrama dan Sekolah Rakyat yang saat ini berjalan di lokasi lama.
“Nanti semuanya terpusat di sana, termasuk asrama. Yang lama tidak dicabut, tapi yang utama akan di lokasi baru,” tambahnya.
Terhubung dengan Sekolah Unggul Garuda
Pemda juga membuka peluang agar lulusan Sekolah Rakyat dapat melanjutkan pendidikan ke program nasional Sekolah Unggul Garuda, yang sedang ditunggu kepastiannya dari Pemerintah Pusat.
Program ini harapannya menjadi jalur bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk mendapatkan pendidikan terbaik. “Kami sedang menunggu informasi soal Sekolah Unggul Garuda. Harapannya anak-anak Sekolah Rakyat bisa masuk ke sana,” bebernya.
Ia menegaskan, pembangunan Sekolah Rakyat bukan sekadar proyek fisik, tetapi bagian dari strategi memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan. “Filosofi program ini jelas, bagaimana anak-anak dari kelompok miskin mendapat pendidikan terbaik sehingga bisa memutus rantai kemiskinan,” tambahnya.
Pembangunan Sekolah Rakyat ini menjadi salah satu proyek pendidikan terbesar di Sumbawa, sekaligus taruhan besar pemerintah dalam membuka jalan keluar dari kemiskinan melalui pendidikan. (Marwah)



