Dikira Meninggal Dunia, Perempuan yang Terbaring di Kawasan Udayana Ternyata Pasien ODGJ
Mataram (NTBSatu) – Kawasan Jalan Udayana, Kota Mataram, tiba-tiba ramai setelah warga menemukan seorang perempuan tergeletak tak bergerak di area jalur joging, pada Sabtu, 11 April 2026. Dengan posisi tidur yang tidak berubah sejak malam hari hingga pagi, perempuan tersebut sempat dikira telah meninggal dunia.
Dalam video yang akun Facebook Asir Media unggah menunjukkan, kondisi perempuan tersebut yang berhasil memicu kekhawatiran warga yang tengah berolahraga. “Kasihan sekali, dari semalam posisinya tidak berubah sama sekali sampai pagi ini,” ujar narator dalam video.
Kekhawatiran masyarakat semakin memuncak, saat menemukan ada bercak merah menyerupai darah di sekitar lokasi kejadian. Berdasarkan keterangan dalam video, tim Inafis dari Polresta Mataram langsung menuju ke lokasi kejadian untuk melakukan identifikasi awal sekaligus memastikan kondisi perempuan tersebut.
Sekitar pukul 10.00 Wita, saat petugas sedang melakukan pemeriksaan, suasana yang sebelumnya sempat tegang seketika mencair setelah perempuan tersebut tiba-tiba bangun. Setelah petugas medis dan kepolisian melakukan serangkaian pemeriksaan fisik, perempuan tersebut dinyatakan dalam kondisi sehat dan selamat.
Dari keterangan dalam video, perempuan tersebut mengaku berasal dari Tanjung Teros, Lombok Timur. Ia sekaligus mengklarifikasi jika bercak merah di sekitarnya bukan darah dari tubuhnya.
Setelah sempat berkomunikasi, petugas mencoba memberikan makan dan minum sebelum akhirnya membawanya untuk penanganan lebih lanjut. Melalui akun media sosial bernama M Syarif Hidayatullah, kepastian mengenai kondisi kejiwaan perempuan tersebut akhirnya terkonfirmasi.
Syarif mengaku sebagai Penanggung Jawab (PJ) Jiwa, memberikan pengakuan dan penjelasan resmi mengenai identitas perempuan tersebut. “Maaf, pasien jiwa saya ini. Kebetulan saya PJ Jiwa-nya, dan sekarang pasien ini sudah diamankan oleh Dinsos Provinsi,” ujarnya.
Syarif juga menjelaskan, perempuan tersebut tercatat sebagai warga Kelurahan Majidi, Kecamatan Selong, Lombok Timur. Saat ini, pihak medis sedang melakukan koordinasi intensif dengan lintas sektor serta pihak keluarga, guna memastikan pasien mendapatkan perawatan atau kembali ke tempat asalnya. (Inda)



