Ekonomi BisnisKota Mataram

Porprov NTB XII Dongkrak Ekonomi Mataram

Mataram (NTBSatu) – Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) NTB XII 2026 tak hanya menjadi ajang perebutan prestasi, tetapi juga menggerakkan roda perekonomian Kota Mataram.

Kehadiran ribuan atlet, pelatih, ofisial, dan keluarga peserta mendorong peningkatan aktivitas sektor perhotelan, UMKM, kuliner, transportasi, hingga pariwisata.

Ketua Asosiasi Hotel Mataram (AHM), I Made Adiyasa mengatakan, Porprov membawa dampak positif bagi industri perhotelan. Sejak pembukaan pada 14 Juli, tingkat hunian kamar terus meningkat dan diperkirakan bertahan hingga penutupan ajang olahraga tersebut pada 25 Juli 2026.

IKLAN

“Hotel-hotel yang menjadi rekanan kontingen Porprov rata-rata mencatat okupansi hingga 80 persen,” kata Adiyasa, Selasa, 21 Juli 2026.

Menurutnya, tren positif itu masih akan berlanjut hingga akhir penyelenggaraan. “Sampai 24 Juli nanti sepertinya masih akan sama,” ujarnya.

Adiyasa menjelaskan, kenaikan okupansi paling banyak terjadi pada hotel melati hingga bintang tiga. Sebagian besar kontingen memilih akomodasi yang sesuai anggaran selama mengikuti pertandingan.

Sementara itu, hotel bintang empat belum merasakan dampak serupa karena umumnya hanya menampung dewan juri.

“Bintang 4 tidak digunakan untuk kontingen, infonya hanya untuk juri. Sedangkan kontingen fokus di hotel bintang 1 sampai 3,” jelasnya.

Hadirkan Ribuan Atlet

Porprov NTB XII tahun ini menghadirkan lebih dari 4.860 atlet dari seluruh kabupaten/kota se-NTB. Mereka bertanding pada 51 cabang olahraga resmi dan tiga cabang ekshibisi. Kehadiran ribuan peserta itu ikut meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat.

Wali Kota Mataram, Mohan Roliskana, menilai Porprov memberi manfaat ganda, yakni mendorong prestasi olahraga sekaligus memperkuat ekonomi daerah. Menurutnya, lonjakan aktivitas pada sektor perhotelan, UMKM, transportasi, dan pariwisata membuktikan bahwa ajang olahraga mampu menciptakan perputaran ekonomi yang dirasakan masyarakat.

“Porprov bukan hanya menjadi ajang pembinaan prestasi olahraga, tetapi juga momentum menggerakkan ekonomi daerah. Hotel ramai, UMKM mendapat lebih banyak pelanggan, transportasi meningkat, dan sektor pariwisata ikut bergeliat. Manfaat seperti ini yang ingin terus kami hadirkan melalui berbagai event di Kota Mataram,” kata Mohan.

Ia berharap, Porprov NTB XII menjadi contoh bahwa penyelenggaraan kegiatan olahraga mampu memberi nilai tambah, tidak hanya bagi atlet, tetapi juga bagi pelaku usaha dan masyarakat Kota Mataram secara luas.

Artikel Terkait