Mesin MRI Rusak, Pemkot Mataram Minta Kemenkes Bantu Pengadaan Unit Baru
Mataram (NTBSatu) – Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram mengusulkan pengadaan mesin Magnetic Resonance Imaging (MRI) baru ke Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.
Hal ini karena mesin MRI di RSUD Moh Ruslan mengalami kerusakan berat dan tak lagi bisa berfungsi dengan baik.
Wali Kota Mataram, Mohan Roliskana mengatakan, keberadaan MRI sangat penting untuk menunjang layanan diagnostik. Karena itu, Pemkot Mataram mencari jalan agar rumah sakit rujukan tersebut kembali memiliki alat tersebut.
“Ya memang saya sudah ada laporan soal itu. MRI kita rusak, padahal MRI itu kan sangat vital, mendeteksi semua kebutuhan pasien,” kata Mohan, Selasa, 21 Juli 2026.
Menurut Mohan, manajemen RSUD Moh Ruslan sudah memaparkan kondisi mesin tersebut. Selain biaya perbaikan yang sangat mahal, proses perbaikannya juga rumit sehingga pengadaan unit baru menjadi pilihan yang lebih memungkinkan.
“Kemarin mereka jelaskan bahwa MRI ini memang mahal sekali, untuk memperbaikinya juga agak rumit. Makanya sekarang ini kami lagi pikirkan, karena rumah sakit itu harus ada MRI. Itu vital sekali,” ujarnya.
Harga mesin MRI berkisar antara Rp2,3 miliar (unit rekondisi/bekas) hingga lebih dari Rp45 miliar (unit baru spesifikasi premium 3T). Biaya tersebut belum termasuk pengiriman, instalasi khusus, dan ruang pelindung radiasi.
Saat ini, Direktur RSUD Moh Ruslan telah mengajukan proposal pengadaan mesin MRI baru ke Kemenkes. Pemkot Mataram berharap pemerintah pusat dapat membantu memenuhi kebutuhan alat kesehatan tersebut.
“Yang saya tahu Direktur sudah mengajukan usulan, proposal pengajuan ke Kemenkes untuk bisa dibantu pengadaan itu. Mudah-mudahan ada jalan keluarnya,” ucap Mohan.
Penambahan Poli Spesialis dan Ruang Rawat Inap
Selain pengadaan MRI, Pemkot Mataram juga menyiapkan rencana pengembangan layanan di RSUD Moh Ruslan.
Manajemen rumah sakit mengusulkan penambahan poli spesialis dan ruang rawat inap karena kapasitas yang ada saat ini belum mampu memenuhi kebutuhan layanan.
“Iya rencananya kan mau menambah poli dan termasuk juga ruang rawat inap. Karena memang ruang rawat inap kita sangat terbatas. Ini kira-kira harus ditimbang-timbang mana yang lebih prioritas untuk saat ini,” katanya.
Mohan menegaskan, RSUD Moh Ruslan memiliki peran penting sebagai rumah sakit rujukan di Kota Mataram. Karena itu, ia meminta manajemen terus berinovasi sekaligus meningkatkan kualitas infrastruktur agar pelayanan kepada masyarakat semakin optimal.
“RSUD Ruslan ini jadi rumah sakit rujukan dan menjadi harapan masyarakat banyak. Jadi saya minta bukan hanya kreatif dalam hal program-programnya, tetapi juga meningkatkan kualitas infrastruktur,” pungkasnya. (*)




