HukrimLombok Barat

Fakta-fakta OTT KPK Bupati Lombok Barat, dari Nobar Piala Dunia hingga Sitaan Ratusan Juta

Mataram (NTBSatu) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Bupati Lombok Barat, Lalu Ahmad Zaini (LAZ) pada Senin, 20 Juli 2026.

KPK mengamankan LAZ karena dugaan keterlibatan dalam perkara tindak pidana korupsi materiil yang melibatkan sejumlah proyek strategis daerah.

Hal tersebut dibenarkan oleh Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto. “Benar,” jawabnya singkat pada Senin, 20 Juli 2026.

IKLAN

Berikut deretan fakta yang terungkap dari operasi senyap KPK terhadap Bupati LAZ:

Diduga Sudah Dibuntuti KPK

Rangkaian peristiwa bermula pada Sabtu malam, 18 Juli 2026, saat Bupati LAZ datang ke acara rapat paripurna di gedung DPRD Lombok Barat. Petugas KPK telah menyebar dan melakukan pemantauan intensif sejak Bupati datang ke rapat tersebut.

Tim satgas penindakan KPK juga diduga hadir dan membuntutinya sepanjang agenda dari Sabtu malam hingga waktu penangkapan.

Sempat Nobar Laga Final Piala Dunia

Bupati LAZ juga meluangkan waktu bersama jajarannya untuk nonton bareng (nobar) laga final Piala Dunia pada minggu dini hari.

Pj Sekretaris Daerah (Sekda) serta sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan jajaran dinas teknis ini turut melengkapi acara nobar ini. Pj Sekda Lombok Barat, Akhmad Saikhu, membenarkan mendampingi LAZ hingga dini hari sebelum masuk kantor pada pukul 08.00 Wita.

“Sama beliau (LAZ) nobar samaan, sampai azan subuh. Setelah kita masuk ada situasi seperti ini, ada ruangan tersegel,” ujarnya pada Senin, 20 Juli 2026.

Penyergapan di Rumah Dinas Tanpa Perlawanan

Memasuki Senin pagi, tim penyidik KPK langsung mengambil langkah penindakan. Petugas bergerak menuju rumah dinas Bupati Lombok Barat dan melakukan penyergapan secara terukur.

Petugas mencegat dan mengamankan LAZ saat sedang berada di rumahnya tanpa perlawanan berarti. Ia kooperatif saat tim penindak memperlihatkan surat perintah penyidikan dan kartu identitas resmi KPK.

Belasan Pihak Terjaring Operasi Senyap

Operasi penindakan senyap dari KPK ini tidak hanya menyasar kepala daerah saja. Dalam bergerak di beberapa titik lokasi berbeda di Lombok Barat dan Mataram, tim KPK berhasil mencokok total sekitar 19 orang.

Pihak-pihak tersebut adalah pejabat strategis Pemkab Lombok Barat dan Aparatur Sipil Negara (ASN) teknis penanggung jawab proyek. Selain itu, sejumlah pihak swasta atau kontraktor yang diduga bertindak sebagai pemberi suap.

Ruangan Tersegel

Menindaklanjuti penangkapan para terduga, KPK bergerak cepat mengamankan lokasi-lokasi yang diduga sebagai tempat penyimpanan jejak korupsi. Petugas memasang garis segel merah-hitam KPK di beberapa ruang vital kompleks Pemkab Lombok Barat.

Lokasi tersebut meliputi ruang kerja Bupati, ruang pengadaan barang dan jasa (PBJ), dan ruang kerja dinas teknis seperti Dinas PUPRPKP. Hal ini bertujuan untuk mencegah potensi penghilangan barang bukti dokumen.

Sita Uang Ratusan Juta dan Dokumen Proyek Vital

Dalam operasi penindakan di lapangan, KPK berhasil menyita barang bukti yang cukup signifikan. Mereka mengamankan uang tunai senilai ratusan juta dan menduganya sebagai bagian dari uang pelicin atau cairnya commitment fee proyek.

Selain uang tunai, petugas juga menyita puluhan berkas dokumen pengadaan, catatan alokasi proyek, hingga perangkat elektronik sebagai alat bukti pendukung untuk merekonstruksi perkara.

Pemeriksaan Awal di Mako Brimob

Setelah pengamanan, KPK tidak langsung membawa Bupati LAZ beserta belasan pihak lainnya ke Jakarta. Petugas terlebih dahulu menggiring mereka ke Mako Brimob Polda NTB untuk menjalani pemeriksaan awal secara intensif.

Pemilihan Mako Brimob sebagai tempat pemeriksaan maraton bertujuan untuk menjamin keamanan proses hukum, menjaga sterilisasi dari intervensi luar, serta menghindari potensi gangguan dari simpatisan maupun massa pendukung target.

Tujuh Orang Terbang ke Jakarta

Usai menginterogasi seluruh pihak selama berjam-jam di Mako Brimob, KPK melakukan penyaringan awal. Dari 19 orang, tim penyidik menetapkan tujuh orang terperiksa termasuk LAZ, pejabat kunci daerah, dan pihak swasta untuk pemeriksaan lanjutan di Jakarta.

Selanjutnya, rombongan dengan pengawalan ketat dari tim KPK dan aparat keamanan berangkat melalui Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) pada Senin malam.

Pemeriksaan Lanjut di Gedung Merah Putih KPK

Rombongan yang membawa LAZ mendarat di Jakarta dan tiba di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, pada Senin malam sekitar pukul 20.30 WIB.

Dengan mengenakan pakaian tertutup dan mendapat pengawalan ketat, petugas langsung menggiring LAZ naik ke lantai atas ruang penyidik. Seluruh pihak harus menjalani penentuan status hukum dalam batas waktu 1×24 jam sesuai Hukum Acara Pidana.

OTT Ke-17 KPK Pada Tahun 2026

Penangkapan Bupati Lombok Barat ini menjadi sorotan nasional karena mencatatkan rekor tersendiri. Penindakan ini tercatat sebagai Operasi Tangkap Tangan (OTT) ke-17 yang berhasil KPK luncurkan sepanjang tahun berjalan pada 2026.

Oleh karena itu, kegiatan ini semakin mempertegas komitmen KPK dalam memberantas praktis makelar proyek dan suap perizinan di tingkat daerah. (*)

Artikel Terkait