Daerah NTB

Eks Gubernur NTB Kritik Keras Strategi Ekonomi Presiden Prabowo

Mataram (NTBSatu) – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) periode 2018-2023, Dr. Zulkieflimansyah, melontarkan kritik tajam terhadap strategi ekonomi Presiden Prabowo Subianto.

Ia menilai, kunci perbaikan ekonomi Indonesia terletak pada industrialisasi, bukan sekadar hilirisasi atau ekspor komoditas mentah.

Zulkieflimansyah menegaskan, fondasi ekonomi nasional saat ini sangat rapuh. Ia menyebut indikator makro terlihat baik, tetapi kondisi riil masyarakat menunjukkan beban hidup yang semakin berat.

Menurutnya, fondasi yang keropos membuat ekonomi Indonesia rentan terhadap guncangan eksternal.

“Ekonomi kita sekarang ini tidak sedang baik-baik saja. Angka-angka makronya mungkin masih kelihatan baik. Tapi keadaan riil ekonomi di masyarakat memang terasa sangat berat. Ini semua karena fondasi ekonomi kita sangat keropos,” tulis Zulkieflimansyah melalui akun media sosialnya, dikutip Rabu, 27 Agustus 2025.

IKLAN

Ia menekankan, perbaikan ekonomi tidak bisa dengan pola lama. Pemerintah, menurutnya, harus berani mengubah cara berpikir secara fundamental dengan memilih sektor yang memiliki konvergensi teknologi.

Jika tidak, ia khawatir Indonesia akan terus terpukul oleh gejolak eksternal dan ketidakstabilan politik nasional maupun internasional.

Bang Zul, sapaan karib Zulkieflimansyah, menyoroti pentingnya industrialisasi skala besar dan masif. Ia menilai industrialisasi bukan sekadar menghadirkan pabrik besar yang identik dengan polusi, melainkan proses pendalaman struktur industri yang menghasilkan nilai tambah lebih tinggi.

Indonesia, katanya, harus berani masuk ke industri pengolahan dan tidak lagi mengandalkan ekspor mentah. Ia meyakini, produk olahan dalam negeri mampu meningkatkan daya saing sekaligus memperkuat fondasi ekonomi nasional.

Industrialisasi Beda dengan Hilirisasi

Ia juga menekankan industrialisasi berbeda dengan hilirisasi. Menurutnya, hilirisasi hanya sebagian kecil dari industrialisasi dan tidak cukup untuk memperkuat basis industri Indonesia.

IKLAN

Lebih jauh, ia menyebut keberhasilan industrialisasi hanya bisa terwujud jika Indonesia membangun industri permesinan (Machine Tools Industry) yang kuat.

Industri tersebut menjadi “induk” bagi mesin-mesin lain yang akan mendorong kenaikan produktivitas nasional.

“Kita sekarang sudah punya Danantara yang hebat. Please Pak Prabowo, jangan sampai Danantara kita ini hanya invest pada industri-industri yang quick win saja. Kalau ekonomi kita mau kuat, Danantara harus berani investasi di Machine Tools Industry,” tegasnya.

Bang Zul menutup catatannya dengan mengingatkan bahwa industrialisasi adalah perjalanan panjang dan penuh tantangan. Namun ia meyakini langkah pertama harus segera diambil demi masa depan ekonomi Indonesia yang lebih kuat. (*)

Berita Terkait

Back to top button