Petisi Usir Argentina dari Piala Dunia 2026 Tembus 12 Juta Dukungan
Jakarta (NTBSatu) – Gelombang protes menerpa Timnas Argentina setelah tim itu lolos ke final Piala Dunia 2026. Sebuah petisi online menyerukan agar FIFA mendiskualifikasi juara bertahan itu dari turnamen.
Lebih dari 12 juta orang telah menandatangani petisi tersebut hingga Kamis, 16 Juli 2026. Hal itu jauh melampaui target mengumpulkan 5.000 tanda tangan.
Petisi tersebut muncul melalui situs argentinaout.com setelah laga kontroversial Argentina melawan Mesir di babak 16 besar. Para penggagas menuding FIFA dan perangkat pertandingan menguntungkan Argentina. Mereka menilai hal itu demi mempertahankan Lionel Messi di turnamen.
“Sangat jelas bahwa FIFA dan wasit berpihak kepada Lionel Messi dan Argentina. Mengapa seluruh dunia harus bertanding jika FIFA sudah menentukan pemenangnya? Keluarkan Argentina dari Piala Dunia. Dan berikan kesempatan yang adil kepada tim lain,” demikian para penggagas menulis dalam petisi tersebut, mengutip argentinaout.com.
Kontroversi bermula saat Argentina menghadapi Mesir di babak 16 besar. Tim asuhan Lionel Scaloni sempat tertinggal 0-2. Namun, mereka membalikkan keadaan dengan mencetak tiga gol dalam 13 menit terakhir dan menang 3-2.
Namun, kubu Mesir memprotes keras kepemimpinan wasit. Mereka menilai VAR membuat dua keputusan yang merugikan. Wasit menganulir gol Mesir karena pelanggaran pada proses sebelumnya.
Selain itu, wasit juga mengesahkan gol kemenangan Argentina meski kubu Mesir menduga terjadi pelanggaran terhadap Mohamed Salah sebelum gol tercipta.
Lontarkan Kritik Pedas
Manajer Timnas Mesir, Hossam Hassan, bahkan melontarkan kritik pedas usai pertandingan.
“Saya akan mengatakan apa yang saya pikirkan tanpa peduli konsekuensinya. Pertandingan ini jelas telah diatur dan semua orang bisa melihatnya. Jika mereka benar-benar ingin Argentina menang, mengapa harus mengundang negara lain ikut Piala Dunia?” ujar Hassan.
Ia juga menuding FIFA lebih mementingkan Lionel Messi tetap bertahan di turnamen daripada menjunjung prinsip fair play.
Namun, kubu Argentina membantah tudingan tersebut. Pelatih Lionel Scaloni menegaskan timnya lolos karena performa di lapangan, bukan karena bantuan wasit.
Menurut Scaloni, setiap keputusan pertandingan telah melalui pemeriksaan VAR sesuai prosedur yang berlaku. Ia juga meminta publik menghormati perjuangan para pemain Argentina yang berhasil mencapai partai puncak.
Meski petisi terus bertambah penandatangannya, hingga kini FIFA belum memberikan tanggapan resmi terkait tuntutan agar FIFA mendiskualifikasi Argentina.
Selain itu, Tidak ada indikasi bahwa FIFA akan meninjau ulang hasil pertandingan atau mengubah posisi Argentina di final Piala Dunia 2026. (*)




