NasionalPendidikan

Dua Kali Salah Tampilkan Gambar Ponpes, Tayangan Berita tvOne News Tuai Protes Warga Lombok

Mataram (NTBSatu) – Stasiun televisi swasta, tvOne News, menerima kritik keras dari warga Lombok akibat kekeliruan berulang dalam penayangan visual berita terkait kasus santri terbakar di Lombok Tengah.

Pihak televisi terpantau kembali menggunakan gambar pesantren yang salah untuk latar liputan kasus santri terbakar. Meski sempat menurunkan unggahan video pertamanya. Hal ini menimbulkan kemarahan warganet di media sosial.

“tvOne parah. Satu video sudah turun ternyata masih ada video lain yang lebih parah lagi menayangkan Ponpes Al-ishlahuddiny. Ada Ponpes Nurul hakim dan masjid Jami’ Baiturrahman Kediri Lombok barat sebagai latar tayangan video. Padahal kasus santri yang viral terbakar di Ponpesnya di Kabupaten Lombok Tengah,” tulisnya, mengutip akun Facebook Zam Lombok pada Kamis, 16 Juli 2026.

IKLAN

Mengabaikan Koreksi Awal

Gelombang protes dari para alumni dan masyarakat Lombok, memuncak karena pihak televisi mengabaikan evaluasi pada tayangan pertama. tvOne News justru mengunggah kembali video baru dengan muatan visual tiruan yang tetap menggunakan gambar gerbang Ponpes lain.

Mereka kali ini menggunakan beberapa ikon dan Ponpes lain di Lombok Barat. Mulai dari gerbang dan kompleks Ponpes Al-Ishlahuddiny Kediri, Ponpes Nurul Hakim, hingga Masjid Jami’ Baiturrahman Kediri.

Padahal, lokasi peristiwa kasus santri terbakar berada di wilayah yurisdiksi wilayah Kabupaten Lombok Tengah.

IKLAN

Penggunaan gambar latar yang tidak sesuai ini tentunya akan berpengaruh dengan nama baik instansi. Kesalahan penggunaan visual ini dinilai sangat merugikan nama baik lembaga yang tidak berkaitan dengan kasus tersebut.

Ponpes Al-Ishlahuddiny Layangkan Somasi

Merespons kekeliruan informasi yang terus bergulir di ruang publik, pihak Ponpes yang merasa rugi langsung mengambil langkah hukum. Tindakan ini bertujuan untuk meluruskan informasi agar tidak menimbulkan kesalahpahaman bagi wali santri dan masyarakat luas.

Pimpinan Yayasan Pondok Pesantren Al-Ishlahuddiny, Drs. TGH. Muchlis Ibrahim, M.Si. menyatakan, pihaknya resmi melayangkan somasi kepada tvOne. Hal ini sehubungan dengan pemberitaan mengenai kasus santri terbakar yang menggunakan visual Ponpes Al-Ishlahuddiny.

“Kekeliruan tersebut secara nyata merusak citra baik yang selama ini melekat pada lembaga pendidikan kami di mata masyarakat,” ujarnya dalam keterangan tertulis pada Kamis, 16 Juli 2026.

Sehingga menimbulkan kesan seolah-olah peristiwa tersebut berlangsung di lingkungan yayasan yang mereka. Melalui surat somasi tersebut, pihak Ponpes mendesak tvOne untuk segera memberikan klarifikasi berimbang serta menyampaikan permohonan maaf terbuka kepada publik.

Dari pantauan NTBSatu, video pemberitaan kedua dari tvOne sudah kembali diturunkan seperti video yang pertama. (*)

Artikel Terkait