Mataram (NTBSatu) – Komisi IV DPRD NTB optimis proyek jalan port to port Lembar-Kayangan dapat terealisasi pada masa kepemimpinan Presiden RI, Prabowo Subianto dan Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal.
Optimisme itu muncul setelah pemerintah pusat mulai merespons usulan tersebut melalui kajian teknis dan penyusunan dokumen perencanaan.
Wakil Ketua Komisi IV DPRD NTB, Sudirsah Sujanto mengatakan, proyek itu sudah memasuki tahap penyusunan Detail Engineering Design (DED). Menurutnya, perkembangan tersebut menunjukkan usulan daerah mulai bergerak menuju tahap implementasi.
“DED sedang disusun. Kami sangat mendukung proyek strategis nasional ini,” ujarnya kepada NTBSatu, Selasa, 14 Juli 2026.
Ia menyebut, pemerintah menargetkan pembangunan pada akhir 2026 atau awal 2027. Menurutnya, proyek tersebut akan menjadi tulang punggung konektivitas Pulau Lombok. Jalur itu perkiraannya membentang sekitar 50 hingga 80 kilometer.
Sudirsah menilai, manfaat terbesar proyek itu berada pada sektor ekonomi. Saat ini perjalanan dari Pelabuhan Lembar menuju Pelabuhan Kayangan membutuhkan waktu sekitar tiga jam.
Ia memperkirakan waktu tempuh dapat berkurang menjadi sekitar satu hingga dua jam setelah proyek selesai. “Ini akan mempercepat akses ekonomi dan menekan biaya logistik masyarakat,” kata legislator dari fraksi Gerindra tersebut.
Menurutnya, konektivitas yang lebih baik juga akan meningkatkan produktivitas pelaku usaha, serta memperlancar distribusi barang.
Skema Jalan Masih Dikaji
Meski mendukung penuh proyek tersebut, Komisi IV belum menentukan bentuk pembangunan yang paling tepat. Sudirsah mengatakan, DPRD akan membahas hasil kajian pemerintah sebelum menentukan sikap.
Beberapa aspek yang menjadi perhatian adalah pembebasan lahan, dampak terhadap pariwisata, dan kebutuhan anggaran.
“Kami akan memilih skema yang paling banyak memberi manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Sejalan dengan Triple Agenda
Sebelumnya, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menyatakan, pemerintah masih mengkaji dua opsi pembangunan. Pemerintah menilai, apakah pelebaran jalan lebih efektif daripada membangun jalur baru.
Sudirsah menilai, proyek port to port selaras dengan Triple Agenda Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB. Ia menyebut pembangunan konektivitas akan memperkuat sektor pariwisata dan ketahanan pangan.
Selain itu, proyek tersebut ia yakini mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah. Sudirsah juga mengaitkan optimisme itu dengan komitmen Presiden Prabowo terhadap NTB.
“Saya yakin port to port akan terbangun di era Gubernur Iqbal dan Presiden Prabowo,” tegasnya.
Sebagai informasi, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), juga menyatakan pembangunan konektivitas Lembar-Kayangan penting untuk menekan biaya logistik.
Pemerintah pusat kini masih mempelajari usulan lengkap dari Pemprov NTB sebelum menentukan skema pembangunan yang akan mereka pilih. (*)




