Gubernur Iqbal Usulkan Pesawat Haji Pulang Angkut Wisatawan Teluk ke NTB
Mataram (NTBSatu) – Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal mengusulkan pemanfaatan pesawat haji yang kembali ke Indonesia dalam kondisi kosong usai mengantar jemaah ke Arab Saudi.
Ia ingin pemerintah memanfaatkan penerbangan tersebut untuk mengangkut wisatawan dari negara-negara Timur Tengah atau Teluk ke NTB.
Menurut Gubernur Iqbal, skema tersebut dapat mengembalikan devisa yang keluar selama musim haji melalui kunjungan wisatawan mancanegara ke NTB.
“Tadi kita mendetailkan lagi usulan saya yang tahun lalu saya sampaikan. Waktu itu tidak mungkin dilaksanakan karena waktunya sangat sempit. Jadi pesawat ketika mengantar haji kita, pulangnya kosong,” katanya, Senin, 13 Juli 2026.
Ia menjelaskan, wisatawan dari negara-negara Teluk dapat berlibur di NTB selama sekitar satu bulan sebelum pesawat kembali melayani penerbangan haji.
“Kita gunakan untuk membawa wisatawan dari negara-negara Teluk ke sini. Selama satu bulan mereka bisa di sini. Jadi devisa kita keluar untuk haji, tapi masuk lagi melalui wisatawan,” ujarnya.
Gubernur Iqbal mengatakan, Pemprov NTB siap membantu pelaksanaan program tersebut jika pemerintah pusat menyetujuinya.
Ia mengusulkan pemerintah menjalankan program itu lebih dulu di satu atau dua provinsi, termasuk NTB.
“Kami yang akan bantu di daerah. Kalau tidak bisa dilakukan serentak di Indonesia, paling tidak satu atau dua provinsi termasuk NTB, karena kita yang mengusulkan sejak awal,” katanya.
Gubernur Iqbal juga mengaku pernah menggunakan konsep serupa saat masih bertugas sebagai diplomat. Saat itu, ia memanfaatkan ruang kosong pesawat untuk memulangkan tenaga kerja Indonesia (TKI) yang bermasalah di Arab Saudi.
“Saya beberapa kali dulu menggunakan empty hatch itu untuk memulangkan TKI kita yang bermasalah di sana dan mendapat izin dari pemerintah Saudi. Pengalaman yang sama bisa kita gunakan, tapi ini untuk wisatawan,” ujarnya.
Selain membahas usulan tersebut, Direktur Jenderal Pelayanan Haji Kementerian Haji menyampaikan apresiasi kepada Pemprov NTB atas penyelenggaraan ibadah haji 2026.
Gubernur Iqbal mengatakan, penghargaan tersebut menjadi hasil kerja seluruh pemerintah daerah, termasuk kabupaten dan kota, serta seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan ibadah haji.
“Alhamdulillah haji tahun ini berjalan lancar dan salah satu yang paling lancar adalah di NTB. Penghargaan itu bukan hanya buat saya, tapi juga buat seluruh pemerintah provinsi, termasuk bupati dan wali kota,” ucapnya.
Kuota Haji NTB Meningkat
Gubernur Iqbal juga mengungkapkan perubahan sistem penetapan kuota haji memberi tambahan kuota bagi NTB. Tahun ini, kuota haji NTB meningkat menjadi sekitar 5.000 jemaah dari sebelumnya sekitar 4.000 jemaah.
Menurutnya, pemerintah kini menghitung kuota berdasarkan rasio antrean, bukan lagi rasio jumlah penduduk. Perubahan itu membuat NTB memperoleh tambahan kuota lebih besar karena memiliki daftar tunggu jemaah haji yang panjang.
“Mulai tahun ini kuota kita 5.000 dari sebelumnya 4.000. Tambahannya sekitar 1.100. Itu karena sistem penghitungannya berubah dari rasio jumlah penduduk menjadi rasio antrean,” jelasnya.
Menanggapi banyaknya jemaah yang meninggal dunia pada musim haji tahun ini, Gubernur Iqbal mengatakan Kementerian Haji akan melakukan evaluasi. Menurutnya, kondisi kesehatan jemaah dan cuaca menjadi faktor yang memengaruhi.
“Kalau cuaca, insyaallah tahun depan musim hajinya sudah masuk musim dingin. Itu akan lebih friendly. Yang berat itu kalau musim haji jatuh pada Juli atau Agustus,” katanya. (*)




