Ketua DPRD Lombok Timur: Baznas Kurang Koordinasi, Pernyataan Soal Zakat Jangan Terulang
Lombok Timur (NTBSatu) – Ketua DPRD Lombok Timur, Muhammad Yusri, meminta Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Lombok Timur memperbaiki koordinasi internal setelah, pernyataan salah satu Dewan Syar’i Baznas yang menyebut anggota DPRD tidak pernah membayar zakat memicu polemik.
Yusri menyampaikan hal itu usai rapat kerja DPRD bersama Baznas, Senin, 13 Juli 2026. Menurutnya, persoalan tersebut seharusnya bisa diselesaikan melalui komunikasi tanpa menimbulkan kesalahpahaman di ruang publik.
“Kalau saya melihatnya mungkin itu karena kurang koordinasi. Mudah-mudahan ini menjadi evaluasi juga buat Baznas, jangan terulang lagi hal-hal seperti ini,” ujarnya, Senin, 13 Juli 2026.
Ia menjelaskan, DPRD sebenarnya telah mengundang Baznas untuk rapat kerja sejak tiga hari sebelumnya. Agenda itu membahas sejumlah kerja sama, termasuk penyesuaian pembayaran zakat anggota DPRD.
Namun, pernyataan salah satu Dewan Syar’i Baznas sehari sebelum rapat justru memicu polemik. Yusri mengaku kecewa karena, pernyataan tersebut mereduksi nama baik DPRD sebagai lembaga.
“Padahal kita ini sama-sama lembaga. Silakan dibicarakan seperti ini. Duduk bareng tadi kan adem semua, jadi bisa selesai,” ujarnya.
Yusri mengatakan, Ketua Baznas telah menyampaikan permintaan maaf kepada DPRD.
Menurutnya, Ketua Baznas mengakui pihaknya tidak pernah merencanakan pernyataan tersebut dan menyebutnya sebagai sebuah kesalahan.
“Beliau sudah minta maaf kepada kita semua. Katanya kejadian kemarin itu murni kesalahan dan tidak pernah direncanakan. Ya sudahlah, semua sudah terjadi,” ucapnya.
Zakat Melalui Pemotongan Penghasilan
Yusri menegaskan, anggota DPRD selama ini tetap menunaikan zakat melalui mekanisme pemotongan penghasilan. Karena itu, DPRD meminta Baznas menghitung kembali besaran zakat sesuai ketentuan nisab, agar tidak lagi menimbulkan perbedaan persepsi.
“Nanti kalau memang ada penyesuaian karena tambahan penghasilan yang masuk nisab, ya silakan saja. Kita terbuka,” tegasnya.
Selain meminta evaluasi internal, DPRD juga meminta Baznas memaparkan program yang telah berjalan, maupun rencana kerja ke depan.
Menurut Yusri, DPRD siap mendukung melalui fungsi penganggaran, pengawasan, dan legislasi agar program Baznas semakin optimal.
“Ke depan kita ingin kerja sama yang lebih baik agar pelayanan kepada masyarakat juga semakin maksimal,” pungkasnya. (*)




