80 Sekolah di Lombok Timur Masuk Program Revitalisasi Kemendikdasmen
Lombok Timur (NTBSatu) – Jumlah sekolah di Lombok Timur yang mendapat bantuan revitalisasi dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus bertambah. Hingga Juli 2026, sebanyak 80 sekolah telah masuk daftar penerima.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lombok Timur, Nurul Wathoni mengatakan, jumlah itu meningkat daripada tahun lalu. Pada 2025, sebanyak 60 sekolah menerima bantuan serupa.
“Data ini masih bisa bertambah karena kementerian masih membuka tahapan berikutnya,” ujarnya, Minggu, 12 Juli 2026.
Sebanyak 80 sekolah itu terdiri dari 10 TK/PAUD, 58 SD, dan 12 SMP. Bantuan tersebut berasal dari usulan reguler melalui Dapodik dan usulan pokok pikiran (Pokir) anggota DPR RI.
Wathoni mengatakan, kementerian telah memulai proses penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) secara bertahap. Sejumlah sekolah sudah mengerjakan revitalisasi. Sebagian lainnya masih menunggu jadwal penandatanganan PKS di Jakarta.
Program ini menggunakan sistem swakelola. Kepala sekolah menandatangani langsung PKS di Kemendikdasmen. Kementerian juga mengirim anggaran langsung ke rekening sekolah.
“Dinas Pendidikan Lombok Timur hanya melakukan monitoring. Pengawasan juga melibatkan Inspektorat Jenderal Kemendikdasmen, perguruan tinggi, BPK, dan lembaga lainnya,” ujarnya.
Karena itu, Wathoni meminta komite sekolah ikut mengawasi pelaksanaan revitalisasi. Ia juga mengajak masyarakat di sekitar sekolah ikut mengawal penggunaan anggaran.
“Kami ingin prosesnya berjalan baik dan hasilnya maksimal,” katanya.
Usulkan 180 Sekolah
Dinas Dikbud Lombok Timur sebelumnya mengusulkan sekitar 180 sekolah untuk mendapat bantuan revitalisasi. Usulan itu terdiri dari sekitar 125 SD, lebih dari 40 SMP, dan sisanya TK/PAUD.
Namun, hingga Juli 2026 baru sekitar 80 sekolah yang mendapat panggilan dari kementerian. Wathoni berharap jumlah tersebut terus bertambah.
Ia menegaskan, Dikbud tidak menentukan sekolah penerima bantuan. Dinas hanya mengawal usulan melalui pembaruan data Dapodik. Selanjutnya, kementerian melakukan verifikasi dan menetapkan sekolah penerima.
Wathoni juga mengapresiasi perhatian pemerintah pusat terhadap kondisi sekolah di Lombok Timur. Menurutnya, dukungan itu tidak lepas dari koordinasi Pemkab Lombok Timur, DPR RI, dan DPD RI.
Ia menambahkan, tahun ini lebih banyak sekolah swasta yang mendapat bantuan revitalisasi. Karena itu, Dikbud terus mendorong seluruh sekolah memperbarui data Dapodik agar lebih banyak sekolah masuk usulan revitalisasi.
“Kami akan terus berkoordinasi dengan kementerian agar lebih banyak sekolah di Lombok Timur mendapat bantuan revitalisasi,” tutupnya. (*)




